Kegiatan Promosi Wisata di Bima Lebih Banyak Diinisiasi Warga

Bima (Suara NTB) – Beberapa event atau kegiatan budaya hingga pariwisata lokal yang pernah digelar di Kabupaten Bima, beberapa waktu lalu. Rupanya lebih banyak diinisiasi sendiri oleh masyarakat setempat.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar), Kabupaten Bima, Drs. H. Abdul Muis, Hal, M.Kes, juga mengakui hal itu. Kata dia, pihaknya hanya memfasilitasi aspirasi masyarakat dalam rangka menyukseskan kegiatan dan event tersebut.

“Memang banyak diinisiasi oleh masyarakat, seperti event Festival Sangiang dan Parade Budaya di Sape. Kita hanya fasilitasi aspirasi,” katanya kepada Suara NTB, Senin, 7 Agustus 2017.

Dikatakannya, kegiatan atau event yang diinisiasi oleh masyarakat tersebut yang diharapkan oleh pihaknya untuk terus digelar. Dalam rangka mempromosikan dan memperkenalkan obyek destinasi wisata andalan masyarakat setempat. “Sebab hasil atau outputnya akan kembali kepada masyarakat,” katanya.

Seperti adanya kegiatan, Festival Sangiang dan Parade Budaya yang digelar belum lama ini. Menurutnya, dua kegiatan tersebut mampu mendongkrak atau memobilisasi massa dalam jumlah banyak.

“Dua even atau kegiatan ini, warga dari berbagai kecamatan hingga desa ikut menyaksikan. Belum lagi mobilisasi kegiatan Pawai Budaya dan Festival teluk Bima, Bahkan masyarakat juga ambil bagian,” katanya.

Ia mengakui even atau kegiatan yang pernah digelar, tidak mempengaruhi meningkatnya jumlah kunjungan Wisatawan Nusantara (Wisnu) maupun Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Bima.

Dia menambahkan minimnya kunjungan Wisnu dan Wisman yang menyaksikan kegiatan atau even tersebut, tidak dipermasalahkan oleh pihaknya. Pasal tahun ini Dispar setempat hanya baru promosikan potensi.

“Tahun ini kami memang fokus pada pengenalan brand. Kita jual potensinya bukan barangnya,” katanya.

Meski demikian, target pada even atau kegiatan kedepan, akan fokus meningkatnnya kunjungan Wisnu dan Wisman. Hanya saja, hal itu perlu dorongan semua pihak, karena soal wisata tidak hanya menyangkut potensi, tapi juga soal sarana dan prasarana memadai.

“Selain itu kita juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat. Bahwa industri pariwisata ini cukup menjanjikan dan berdampak langsung untuk masyarakat,” pungkasya. (uki)