Malam Tidur Tidak Tenang, Akibat Rumah Nyaris Roboh

Kota Bima (Suara NTB) – Satu rumah milik M. Nor Sidik (59), yang berada di Rt 10 Rw 03, Kampung Sigi Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat kondisinya sangat memprihatinkan dan nyaris roboh. Rumah panggung sembilan tiang, yang berada di sekitar bantaran sungai Padolo itu, diketahui mulai rusak akibat terkena dampak banjir penghujung 2016 lalu. Bahkan dapurnya roboh dan tidak layak untuk ditempati.

Istri M. Nor Sidik, Nuhrah (58), ditemui Suara NTB, mengaku rumah tersebut dihuni oleh enam jiwa. Termasuk dirinya, sang suami, dua anak kandung beserta dua cucunya yang masih kecil dan setiap malamnya merasa tidak tenang.

“Setiap malam kami dihantui rasa tidak tenang, takut rumah roboh seketika. Kondisi ini pasca rumah diterjang banjir,” terangnya.

Menurutnya, beberapa kali sejumlah orang yang berbeda, pernah mendatangi untuk melihat, mengecek dari dekat serta memotret kondisi rumahnya tersebut. Dijanjikan akan diberikan bantuan untuk rehab.

“Sudah sering orang yang datang, katanya dari pemerintah pusat, Dinsos, macam-macamlah, pokoknya beda-beda orangnya. Ada yang mendata dan memotret, katanya sebagai bahan supaya diberikan bantuan. Tapi sampai saat ini belum datang lagi,” ujarnya.

Meski begitu, Nuhrah tidak mempermasalahkan hal itu. Justru Ia kecewa terhadap perlakuan dan dengan sikap Pemerintah Kelurahan Paruga. Yang menurutnya, terkesan pilih kasih dalam memberikan bantuan.

“Saya sangat kecewa sikap Pemerintah Kelurahan. Tetangga saya bisa mendapat bantuan, dan rumahnya sudah selesai direhab, sementara saya tidak. Padahal dulunya sama-sama didata,” ujarnya.

Nuhrah menambahkan, Pemerintah Kelurahan juga sempat turun meninjau dan menjanjikan program bedah rumah. Hanya saja, hingga kini belum kunjung terealisasi. Justru tetangga lain, yang menerima bantuan dan saat ini tahap perbaikan.

“Saya merasa tidak diperhatikan oleh pemerintah Kelurahan. Semoga keluarnya berita ini, aspirasi kami bisa dibaca langsung oleh Walikota dan Gubernur. Supaya mengetahui kondisi sebenarnya,” pungkasnya. (uki)