Lima Bulan Raskin di Bima Belum Cair

Bima (Suara NTB) – Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Bima, Drs. H.M. Taufik Hak. M.Si mengaku sudah lima bulan terkahir, daerah setempat belum disalurkan beras miskin (Raskin) oleh Bulog.

Menurutnya, hal yang paling utama mengapa raskin belum juga disalurkan, bahkan secara nasional karena ketidaksesuaian data. Karena banyak mengalami penurunan dan peningkatan jumlahnya.

“Semua daerah mengklaim atas surat yang dikirim Bulog ini. Dan dropnya dilarang sampai bulan Juni mendatang,” katanya kepada Suara NTB, akhir pekan kemarin.

Adanya hal itu, Sekda mengaku dirinya sudah melakukan rapat koordinasi belum lama ini, sekaligus akan memerintahkan Kabag Ekonomi untuk berkonsultasi  langsung ke pusat.

Baca juga:  21 Ribu Korban Gempa di NTB Jatuh Miskin

“Kita sudah sikapi dan saya akan instruksikan Kabag Ekonomi untuk ke Jakarta,” terangnya.

Bagaimana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat? Sekda meminta masyarakat yang menerima raskin agar bersabar. Karena pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak akibat terkendala aturan.

“Kita batasi dulu, jangan sampai serampangan dan bermasalah nantinya. Apalagi ada pengurangan jauh,” tuturnya.

Dia menegaskan, untuk menjaga kemungkinan persepsi negatif dan gejolak di tengah masyarakat, pemerintah daerah akan mengeluarkan surat pemberitahuan untuk disebarkan ke seluruh desa.

Terpisah Kepala Bulog Sub Divre II Bima, Burhanudin Azhari, menegaskan penyaluran raskin kapanpun bisa disalurkan. Hanya saja, kata dia, hingga saat ini belum ada surat permintaan dari Pemerintah daerah.

Baca juga:  21 Ribu Korban Gempa di NTB Jatuh Miskin

“Kapan saja bisa kita cairkan, tapi yang menjadi dasarnya kan tidak ada, karena belum ada surat permintaan dari pemerintah,” ucapnya dikonfirmasi via telepon seluler.

Bahkan lanjutnya, hal serupa juga disampaikan oleh kepada masyarakat yang mendatangi kantor Bulog setempat, untuk mempertanyakan alasan raskin belum dicairkan.

“Yang jelas soal ini kami sikapi. Terakhir kami bersurat kepada pemerintah tentang rekomendasi permintaan raskin, akan tetapi hingga saat ini belum dijawab,” pungkasnya. (uki)