Musda KNPI Bima Sempat Ricuh

Bima (Suara NTB) – Musda DPD KNPI Kabupaten Bima yang dipusatkan di aula PKK diwarnai kericuhan, Senin, 17 April 2017 malam. Sejumlah peserta kecewa dengan  Laporan Pertanggujawaban (LPJ) pengurus yang akan demisioner.

Informasi yang dihimpun Suara NTB, kericuhan berawal saat sejumlah peserta meminta pengurus agar menjelaskan secara detail dana yang telah digunakan selama ini.

Hanya saja, hal itu tidak bisa dilakukan, pengurus beralasan penyampaian LPJ sudah sesuai dengan aturan. Adu mulut pun tak dapat terhindarkan. Sejumlah peserta langsung membanting kursi.

Bahkan pintu kaca kantor dipecahkan oleh orang tak dikenal. Sehingga membuat suasana sidang semakin gaduh. Saat itu tanpa ada pengawalan aparat kepolisian dan Pol PP.

Sekretaris Panitia, Erik Fajrin, S.Pd, membenarkan adanya kericuhan tersebut yang terjadi pada saat penyampaian LPJ. Dia menjelaskan, hal tersebut bagian dari dinamika organisasi.

“Hanya protes dan saling lempar kursi di forum,” katanya kepada Suara NTB.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Fajrin mengaku, sidang yang dipimpin oleh salah satu pengurus DPD KNPI Provinsi NTB, Muhammad Isnaini, langsung menskorsnya.

“Sidang Insya Allah akan dilanjutkan besok. Kita berharap semoga tidak ada kendala,” tuturnya.

Dia menambahkan, sesuai dengan jadwal, Musda digelar tanggal 17 hingga 18 April 2017. Acara pembukaan dilangsungkan di aula Paruga Nae Talabiu Kecamatan Woha, Senin pagi.

“Pembukaan dihadiri oleh Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima, Drs. H. Supratman, ketua DPD KNPI NTB, Hamdan Kasim, puluhan OKP, dan 17 PK KNPI se Kabupaten Bima,” tutupnya.

Pantauan Suara NTB, Selasa, 18 April 2017 sekitar pukul 15.00, agenda Musda kembali dilanjutkan. Bahkan saat itu, tahapan penyampaian LPJ telah dilewatkan, tidak terlihat ada ketegangan serta penolakan dari peserta. (uki)