Cuaca Buruk, Kendaraan Menumpuk di Pelabuhan Sape

Bima (Suara NTB) – Akibat kondisi cuaca buruk disertai angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Bima beberapa hari terakhir, jalur penyeberangan pelabuhan Sape diberlakukan sistem buka tutup.

Manajer Teknik ASDP Pelabuhan Sape, Sutarjo kepada Suara NTB, Rabu, 1 Februari 2017 mengatakan kondisi tersebut mulai diberlakukan sejak tiga hari terakhir ini.

“Kondisi cuaca buruk ini mengakibatkan angin kencang dan gelombang tinggi mencapai 2 hingga 3 meter,” ucapnya.

Bahkan, menurut dia, dua hari terakhir penyeberangan lintas Sape – Pulau Sumba dan Labuhan Bajo ini ditutup. Akibat cuaca ekstrem, angin kencang dan disertai ketinggian gelombang yang terus terjadi.

Baca juga:  Enam Kapal Pesiar Menyusul Masuk di Pelabuhan Internasional Gili Mas

“Berdasarkan koordinasi dengan pihak BMKG Bima, kondisi cuaca ini diprakirakan akan terjadi hingga dua

hari kedepan,” katanya .

Akibat terganggunya penyeberangan, kata dia, di pelabuhan setempat terjadi penumpukkan kendaraan besar hingga kecil. Yang mengangkut barang logitistik dan penumpang tujuan Labuhan Bajo dan Sumba

“Sedikitnya ada 48 unit kendaraan tujuan sumba dan 20 unit tujuan Labuhan,” katanya.

Baca juga:  Perdana, Kapal Pesiar Bawa 1.988 Penumpang Bersandar di Gili Mas

Salah satu kapal motor (KM) bernama Cakalang II tujuan Labuhan Bajo, telah berlayar Rabu, 1 Februari 2017 pada pukul 04.00 shubuh. Sehingga penumpukan kendaraan berkurang.

“Apabila tidak memungkinkah dan kondisi cuaca normal, KM Cucut tujuan Sumba akan berangkat pada Rabu sore ini,” terangnya.

Dia menambahkan, kapal penyeberangan yang berlayar dari Sape menuju Labuhan Bajo dan Sumba, tetap mengacu dan mendapat izin dari pihak Syahbandar setempat. Pihaknya juga tidak bisa menentukan sendiri karena menyangkut keselamatan. (uki)