Banjir Rendam 1.215 Rumah di Woha

Bima (Suara NTB) – Banjir yang menggenangi enam desa di Kecamatan Woha, Selasa, 31 Januari 2017, merendam sebanyak 1.215 rumah serta 150 hektar areal persawahan yang ditanami tanaman padi. Demikian data dari Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Rabu, 1 Februari 2017,

“Untuk sementara kerugian dan kerugian secara materi kami masih berkoordinasi dengan SKPD terkait,” kata Kepala BPBD, H. Taufik Rusdy kepada Suara NTB.

Meski rumah mereka terendam genangan luapan air, Taufik mengaku warga tidak ada yang mengungsi. Mereka tetap bertahan sembari menunggu surutnya air banjir kiriman tersebut.

Baca juga:  Sejumlah Rumah Warga Rusak Diterjang Puting Beliung

“Air surut sekitar sore menjelang magrib dan warga pun langsung membersihkan rumahnya masih-masing,” katanya.

Sehari setelah musibah banjir tersebut, warga memerlukan air bersih untuk kebutuhan minum serta makanan siap saji (nasi bungkus). Hal itu juga telah disalurkan oleh pihaknya sejak datangnya banjir hingga saat ini.

“Bantuan makanan dan minuman terus disalurkan, bahkan ada dari para relawan dan hingga kini masih terus disalurkan,” katanya.

Baca juga:  Pemkot Antisipasi Cuaca Ekstrem

Dia menegaskan, dalam mendistribusikan bantuan makanan, pihaknya tidak mendirikan posko dapur umum. Namun untuk sementara segala kebutuhan warga yang terkena dampak musibah terutama makanan, dipusatkan di kantor Camat Woha.

Dia menambahkan, banjir tersebut lantaran meluapnya dam Pelaparado, akibat hujan sejak Senin malam mulai pukul 23.00 sampai pagi. Daerah Aliran Sungai (DAS) tidak cukup menampung, sehingga air meluap sampai di wilayah Kecamatan Woha. (uki)