Mutasi Jilid Tiga Pemkab Bima Segera Digelar

Bima (Suara NTB) – Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri memastikan akan tetap melakukan mutasi dan rotasi jilid ketiga di ruang lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima. Hanya saja, jadwal pastinya belum ditetapkan, karena saat ini masih dilakukan pembahasan.

“Sabar dulu lah, yang jelas mutasi dan rotasi akan segera digelar,” kata Bupati, ditanya Suara NTB , di kantornya, Rabu 19 Oktober 2016

Menurut bupati, saat ini tengah dibahas di tingkat badan pertimbangan jabatan dan dan kepangkatan (Baperjakat) dengan mempertimbangkan regulasi dan aturan yang ada. Sehingga pejabat diangkat ataupun dirotasi nanti sesuai dengan prosedur.

Baca juga:  Mendagri Perpanjang Masa Jabatan Penjabat Sekda NTB

Bupati yang akrab disapa Dinda ini menegaskan, pejabat yang menempati posisi nanti telah memenuhi kriteria dan syarat yang disesuaikan dengan keilmuan. Sehingga program dan pelayanan tidak terkendala.

“Yang jelas orang yang kita tempati sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas,” tegasnya.

Perlu diketahui, Bupati Bima telah melakukan mutasi  jilid pertama pada akhir September 2016. Tercatat sebanyak 19 pejabat yang digeser diantaranya Kepala BKD Antonius M.Ap digantikan oleh Drs Abdul Wahab, Map yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten II.

Jabatan Kepala Inspektorat digantikan oleh Ridwan H. Yasin yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Keduanya hanya berganti posisi.

Baca juga:  Kepala Bappenda Pendaftar Pertama Calon Sekda NTB

Kemudian dua hari setelah itu, bupati melakukan hal serupa yakni mutasi dan rotasi jilid ke dua. Sebanyak 35 Kepala Sekolah (Kepsek) SMA/SMK sederajat dirotasi. Terdiri 32 orang yang dilantik dan dikukuhkan ada 13 guru yang diangkat menjadi Kepsek.

11 orang dimutasi dari Kepsek menjadi pengawas. Kemudian tiga mengalami rotasi antar sekolah serta tiga orang dari pengawas diangkat Kepsek. Dinda juga memberhentikan jabatan dua Kepala sekolah (Kepsek) dan keduanya menjadi guru biasa. Serta mengangkat tiga orangg guru sebagai Pelaksana Tugas (Plt). (Uki)