Blokir Jalan Dibuka, Warga Tente Beri Waktu Dua Minggu

Bima (Suara NTB) – Jalan lintas Tente-Langgudu, tepatnya di depan terminal Tente Kecamatan Woha, yang diblokir dan ditanami pohon pisang oleh warga selama dua hari, Kamis (6/10) dan Jum’at 7 Oktober 2016 akhirnya kembali dibuka, pada Sabtu, 8 Oktober 2016.

Dibukanya jalan itu lantaran ada kesepakatan warga dengan pemerintah daerah yang diwakili Kesbangpol dan Camat Woha, Drs. Dahlan, yang disaksikan Kapolsek Woha, Ipda Salahuddin, yang menginginkan agar jalan sepanjang satu kilometer yang rusak dan berlubang itu segera diperbaiki.

“Jalan kembali dibuka atas dasar kesepakatan warga dengan pemerintah. Kalau selama dua minggu belum juga diperbaiki, kami akan kembali melakukan pemblokiran,” kata Irman kepada Suara NTB, Sabtu, 8 Oktober 2016.

Irman menjelaskan, pada saat pertemuan itu, pemerintah mengaku bahwa jalan itu akan segera diperbaiki. Bahkan saat ini proyeknya tengah ditender dengan pagu Rp 5 miliar dari APBD Perubahan. Apabila waktu yang itu tidak kunjung realisasi, warga akan kembali melakukan aksi pemblokiran.

Baca juga:  Tol Lembar - Kayangan Ditawarkan ke Investor

“Dua minggu adalah waktu yang sangat panjang kita berikan, jangan sampai kami terus dijanjikan tapi tidak ada realisasi,” katanya.

Dia berharap, apa yang dijanjikan oleh pemerintah untuk segera turun tangan memperbaiki jalan itu tidak sekedar janji. Mengingat selama ini kerap dijanjikan tapi tidak ada realisasi. Lagipula jalan itu merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat enam Kecamatan seperti Woha, Belo, Langgudu, Monta, Parado dan Palibelo.

“Seringkali kami dijanjikan, namun seringkali pula tidak ada realisasinya. Kami berharap kepastian ini bisa ditindaklanjuti,” harapnya.

Irman menambahkan, jalan tersebut rusak sejak tahun 2010. Jika dihitung sekarang telah memasuki enam tahun. Ironisnya, saat Pileg 2014 dan Pilkada tahun 2015 lalu, jalan tersebut akan diprioritaskan untuk diberbaiki.

Baca juga:  Tol Lembar - Kayangan Ditawarkan ke Investor

“Makanya kami ingin menagih janji anggota dewan khususnya yang berada di Kecamatan Woha dan Kepala Daerah yang terpilih. Karena mereka berjanji agar memperbaiki jalan ini hingga tuntas,” terang Irman.

Terpisah Camat Woha, Drs. Dahlan membenarkan bahwa pemblokiran telah kembali dibuka. Bahkan pada saat dibuka, pihaknya menurunkan mobil alat berat untuk membersihkan sisa tumpukan tanah dan sampah di jalan.

“Alhamdulillah sudah dibuka, mudah-mudahan pemblokiran tidak akan terjadi lagi,” ujarnya.

Dia memastikan perbaikan jalan tersebut akan dikerjakan pada tahun ini yang prosesnya sedang dilakukan tender. Dahlan tidak menjelaskan rinci anggaran itu bersumber dari mana dan nilainya berapa, hanya saja informasi yang didapat proyek itu akan dikerjakan dari Terminal Tente hingga ke Desa Ncera Kecamatan Belo.

“Soal waktu saja, jika selesai ditender akan mulai dikerjakan,” pungkasnya. (uki)