Polisi Selidiki Kebakaran di Tambora

Bima (Suara NTB) – Mapolres Bima masih menyelidiki peristiwa kebakaran yang terjadi di SP VI Desa Labuan Kananga Kecamatan Tambora, Sabtu, 6 Agustus 2016. Petugas masih menelusuri seputar kebakaran yang memakan korban jiwa seorang ibu dan dua anaknya tersebut.

Gatut Kurniadin
Gatut Kurniadin

“Mengenai kebakaran di Tambora, tim Inafis masih mengumpulkan alat bukti di lapangan,” kata Kapolres Bima, AKBP Gatut Kurniadin, SH, S.IK, menjawab Suara NTB, Senin, 8 Agustus 2016.

Dikatakan, pihaknya juga telah meminta keterangan dari sejumlah warga yang pertama kali melihat dan mendengar adanya ledakan hingga membantu mengevakuasi korban. “Kalau sudah rampung, nanti akan kita sampaikan,” katanya.

Informasi yang dihimpun Suara NTB, kebakaran tersebut diduga akibat meledaknya mesin jenset listrik. Mengingat pada saat terjadinya kebakaran waktunya masih pagi. Saat pengisian bensin dari jeriken ke botol, tiba-tiba meledak dan menghanguskan rumah dan kios. “Informasi ini akan kita dalami dan telusuri,” tegas Kapolres.

Terpisah Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Bima, Amiruddin mengaku, saat ini korban yang meninggal telah sampai ke tempat asalnya di Lombok Tengah. Bahkan suami dan ayah korban kebakaran, Sakban Efendi sendiri dalam kondisi seadanya mengantar anak dan istrinya ini.

“Sakban ini sempat dirawat di RSUD Dompu. Namun kondisinya membaik sehingga dia mengantar anak dan istrinya ke Lombok,” tutur Amirudin.

Amiruddin tidak mengetahui persis kapan ke tiga korban tersebut dikuburkan. Atau apakah Sakban akan kembali ke Labuan Kananga atau tidak, itu juga belum dipastikan.

“Mengenai hal ini kami belum tahu. Tapi yang jelas Sakban saat ini sudah berada di kampung halamnnya,” terangnya.

Amiruddin menambahkan, Pemerintah daerah melalui BPBD telah memberikan bantuan tanggap darurat kepada korban berupa bantuan logistik seperrti selimut, kasur dan sarung, beras dan mie instan.

“Bantuan awal ini akan diserahkan kepada Camat Tambora untuk selanjutnya diberikan kepada korban,” katanya menambahkan.

Terkait musibah kebakaran itu, BPBD setempat juga sudah melaporkan ke Pemrov NTB untuk ditindaklanjuti lebih jauh. Dia berharap agar Pemprov membantu untuk membangun kembali rumah korban yang hancur akibat terbakar.

“Mudah-mudahan disikapi dan ditindaklanjuti. Mengingat kondisi rumah akibat kebarakan itu hangus dan hancur,” pungkasnya.

Rumah Sakban Efendi (50), transmigran asal Lombok Tengah, pada  Sabtu (6/8) pagi sekitar pukul 06.00 wita, terbakar. Akibatnya, tiga orang penghuni rumah tewas terjebak kobaran api. Mereka yakni Ifanti alias kesa (9), Ahmed Agang alias agang (5) dan ibu mereka, Azizah (49). (uki)