Bima Antisipasi Lonjakan Harga Pascalebaran

Bima (suarantb.com)

Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima, akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di pasar dalam waktu dekat. Mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok pascalebaran yang sejauh ini masih relatif stabil.

“Mengantisipasi kenaikan harga yang terjadi di pasar, tentu akan tetap menjadi prioritas kami untuk memantau,” kata Kabid Perdagangan Diskoperindag Kota Bima, Ratnaningsih, SE, dihubungi Suara NTB, Kamis (7/7).

Ratna mengatakan, sejauh ini harga kebutuhan pokok di dua pasar yang ada. Yakni di pasar modern Amahami dan Pasar Raba Kota Bima masih relatif stabil. Mengingat belum adanya laporan ataupun keluhan dari masyarakat yang diterima oleh pihaknya.

“Hingga saat ini kenaikan barang pokok belum ada. Namun kami tetap akan melakukan sidak meski belum ada informasi dan keluhan,” katanya.

Menurut dia, harga kebutuhan pokok yang kerap naik setiap tahun di pasar, satu hari hingga dua setelah Lebaran, adalah gula, terigu dan daging.

“Kita berharap tahun ini harganya tidak ada kenaikan seperti tahun-tahun lalu,” katanya.

Dia menjelaskan, para pedagang eceran di pasar tidak boleh menjual dagangannya lebih dari ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah. Hanya saja, hal itu kerap terjadi dengan alasan barang di pasaran langka, dan di tingkat grosir (pedagang besar) naik.

“Alasannya karena langka dan di tingkat grosir ada sedikit kenaikan. Namanya juga pedagang, tidak ada yang mau merugi. Dengan alasan itulah mereka (pedagang eceran) menaikkan harga,” jelasnya.

Untuk itu, Ratna mengimbau kepada para pedagang di pasar agar tidak memanfaatkan momen Lebaran ini untuk menaikkan harga kebutuhan pokok. Sebab, satu hingga dua hari pra dan pascalebaran, animo masyarakat berkunjung ke pasar meningkat.

“Meski tidak ada sanksi yang diberikan kami jangan sampai momen ini dimanfaatkan untuk menaikkan harga barang,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, selain melakukan sidak, dan ditemukan adanya kenaikan harga, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melakukan operasi pasar (OP). Sebab hal itu dinilai efektif untuk menstabilkan harga yang terjadi di pasar.

“Seperti awal dan pertengahan Ramadhan kemarin beberapa kebutuhan ada yang naik. Namun setelah dilakukan OP, harganya kembali stabil,” pungkasnya. (uki)