Kabupaten Bima Siapkan 18 Event

Suasana peluncuran Calendar of Events (CoE) Pesona Dana Mbojo Tahun 2020 yang dirangkaikan dengan Rakor Pembangunan Bidang Pariwisata yang dibuka Wakil Bupati Bima, Dahlan M. Noer dihadiri Ketua DPRD, Pokdarwis, sejumlah Camat, Kepala Desa dan Penggiat Pariwisata, di aula Kantor Bupati setempat, Kamis, 27 Februari 2020. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Bima melalui  Dinas Pariwisata (Dispar) akan menggelar 18 event dan berbagai kegiatan selama 2020. Tujuannya untuk mendongkrak kunjungan wisatawan di daerah setempat.

Hal itu disampaikan Kepala Dispar Kabupaten Bima, Drs. Dahlan saat peluncuran Calendar of Events (CoE) Pesona Dana Mbojo Tahun 2020 yang dirangkaikan dengan Rakor Pembangunan Bidang Pariwisata, di aula Kantor Bupati setempat,Kamis, 27 Februari 2020.

Iklan

Peluncuran Kalender Pariwisata dan Rakor yang Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan M. Noer M. Pd itu dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Bima M. Putera Ferryandi, S.Ip, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sejumlah Camat, Kepala Desa dan Penggiat Pariwisata.

“Sebanyak 18 event ini akan digelar secara marathon selama delapan bulan mulai Bulan Februari sampai dengan Oktober 2020,” ucapnya.

Ia menjelaskan, sejumlah event tersebut akan dikemas dalam delapan event utama yang dimulai dengan aksi sadar wisata dan Sapta Pesona pada bulan Februari. Kemudian dilanjutkan dengan pacuan kuda pantai pada bulan Maret dan Festival Labibano pada bulan April.

Selain itu lanjutnya, event akan berlanjut dengan Workshop dan Lomba Video Kreatif Pariwisata bulan Juni, Festifal Uma Lengge bulan Juli serta kegiatan Teka Tambora pada Bulan Agustus.

“Kemudian pada September akan dihelat Festifal Sakosa dan Jelajah Alam Bima pada Bulan Oktober 2020,” ujarnya.

Menurutnya 18 event dan berbagai kegiatan tersebut untuk mendongkrak kunjungan wisatawan di Bima. Ia juga  berharap berbagai pihak, terutama Pokdarwis dan Pemerintah Desa bisa mendukung kegiatan itu.

Sementara, Wakil Bupati Bima, Dahlan M. Noer mengaku Pariwisata penting untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan. Karena itu, dalam membangun destinasi wisata penting untuk meningkatkan daya tarik sebuah objek.

“Sehingga bisa mendorong orang untuk tinggal lebih lama dan menjual sebuah objek,” ujarnya.

Tidak hanya itu, aspek lain yang perlu mendapat perhatian para pemangku pariwisata untuk membangun pariwisata, yakni diperlukan SDM yang memadai, keramahan masyarakat dan keamanan wilayah yang menjadi tujuan wisata.

“Kalau ingin pariwisata kita maju, maka sebaiknya SDM sektor pariwisata juga harus maju. Terutama soal kenyamanan,” pungkasnya. (uki)