Kabupaten Bima Disiapkan Jadi Sentra Bahan Baku Kerajinan Kulit

0
Bimtek IKM kerajinan kulit di Desa Tangga, Kecamatan Monta Kabupaten Bima menghadirkan narasumber dari Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik Yogyakarta. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perindustrian Provinsi NTB menjadikan Desa Tangga, Kecamatan Monta Kabupaten Bima sebagai sentra penghasil bahan baku kerajinan kulit. Intervensi mulai dilakukan kepada IKM-IKM disana yang selama ini melakukan penyamakan kulit.

Desa Tangga memiliki potensi sebagai penghasil kulit sapi dari aktifitas pemotongan hewan di daerah itu. Kulit-kulit sapi di sana selama ini banyak tidak dimanfaatkan optimal. Padahal, memiliki nilai jual tinggi jika diolah. Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, SE, ME., melalui Kepala Bidang Industri Kreatif, Sandang dan Kerajinan, Lalu Luthfi mengatakan, salah satu program unggulan perindustrian di Provinsi NTB adalah industry fashion.

IKLAN

Ekosistem dari industry fashion tidak terbatas pada penyediaan kain-kain lokal untuk kegiatan fashion. Lebih dari itu, fashion harus didukung oleh properti lainya. Misalnya, kerajinan tas kulit, ikat pinggang dari kulit, sepatu kulit, dan beragam aksesoris lainnya yang menggunakan bahan baku dari kulit hewan. Selama ini para IKM kerajinan kulit di NTB mendatangkan bahan baku kulit dari luar daerah untuk menunjang produksinya.

Disisi lain, di daerah sendiri memiliki potensi bahan baku yang melimpah. Karena itu, pemerintah Provinsi NTB berinisiatif membentuk IKM-IKM penyedia bahan baku kulit. “Kita merencanakan tiga IKM di Kabupaten Bima. IKM-IKM ini akan jadi penyedia bahan baku kulit sapi yang sudah disamak. Sementara satu IKM dulu, terdiri dari beberapa orang di Desa Tangga,” jelas Luthfi.

Penyamakan kulit sapi selama ini sudah dilakukan masyarakat. Namun masih secara tradisional. Intervensi pemerintah provinsi dalam program industrialisasi adalah memberikan bantuan peralatan mesin penyamakan yang lebih modern. Sehingga proses penyediaan bahan baku kulit dilakukan lebih cepat. Sebelumnya, Dinas Perindustrian juga telah melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek), menghadirkan narasumber dari Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik Yogyakarta.

Masyarakat setempat diberikan pelatihan untuk pemanfaatan kulit sapi sebagai hasil kerajinan. Kulit-kulit yang sudah disamak, lanjut Luthfi, selain dijadikan bahan baku aneka kerajinan kulit di daerah sekitar, juga rencananya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kulit bagi perajin-perajin kulit lainnya di NTB. Yang selama ini dipasok bahan bakunya dari luar daerah.

“Pemprov NTB juga sudah bekerjasama dengan Jawa Barat. Perajin-perajin sepatu di Jawa Barat juga bisa dipasok bahan bakunya dari NTB. Tapi dalam konteks industrialisasi, bahan baku ini kita harapkan diolah menjadi bahan jadi, langsung di daerah sendiri,” demikian Luthfi. (bul)