Kabupaten Bima Darurat Anjing Gila, Sehari Delapan Warga Jadi Korban

Rifai. (Suara NTB/Dok)

Bima (Suara NTB) – Kasus gigitan anjing kembali muncul di wilayah Kabupaten Bima. Tercatat delapan kasus warga di Kecamatan Wera yang menjadi korban gigitan rabies itu dalam sehari.

Hal itu juga diakui Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bima, Rifai S.Sos M.AP, Kamis, 4 Juni 2020. Ia membenarkan kembali munculnya kasus gigitan anjing di Kabupaten Bima. “Iya benar, ada delapan orang warga Kecamatan Wera yang digigit, Rabu, e Juni 2020,” katanya.

Iklan

Rifai mengaku delapan orang yang menjadi korban gigitan anjing tersebut berasal dari dua desa yang berbeda di Kecamatan Wera. Tujuh warga Desa Bala dan satu orang warga Desa Tawali. “Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 18.10 wita, yang awalnya di Desa Bala Kecamatan Wera,” katanya.

Bagaimana kondisi delapan korban ? Ia mengaku, hingga kini mereka sudah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Wera sesuai dengan SOP penanganan pasien suspect rabies.
Diakuinya standar penanganan medis korban yang digigit anjing gila, yakni luka gigitan akan dicuci menggunakan air mengalir selama 15 menit. Kemudian setelah itu akan disuntik dengan Vaksin Anti Rabies (VAR). “Sudah diberikan tindakan medis dan diberikan VAR,” katanya.

Rifai mengaku hingga kini pihaknya belum bisa memastikan apakah anjing yang menggigit delapan warga tersebut, menderita rabies atau tidak, karena hingga saat ini anjing tersebut belum berhasil ditemukan.
“Informasi yang kami peroleh dari Dinas Peternakan, sampai sekarang anjingnya masih dicari bersama warga,” akunya.

Ia tidak ingin berspekulasi jauh mengenai asal usul anjing yang mengigit warga tersebut, apakah anjing liar atau anjing milik peladang yang dilepas setelah musim tanam selesai. “Kita baru bisa pastikan, setelah anjing itu tertangkap. Kita bisa mengambil sampel otaknya untuk dicek, apakah menderita rabies atau tidak,” jelasnya.

Rifai menambahkan sampai saat ini, jumlah kasus gigitan anjing di Kecamatan Wera mencapai 13 kasus dan belum ada satu pun warga yang digigit dinyatakan positif rabies. “Sedangkan jumlah kasus gigitan secara keseluruhan di Kabupaten Bima tidak saya ingat. Tapi yang jelas sudah mencapai ratusan kasus dari Januari sampai dengan Juni 2020 ini,” pungkasnya. (uki)