Kabid Perikanan KLU Mengundurkan Diri, Ini Penyebabnya

Tanjung (Suara NTB) – Kepala Bidang Perikanan Tangkap pada Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan (DIshub KP) Kabupaten Lombok Utara (KLU), I Wayan Suartana, S.STPI., M.Si., memilih mengundurkan diri dari jabatannya. Hal itu dilakukannya dengan alasan kesehatan.

Pengunduran diri Kabid Perikanan Tangkap diakui oleh Sekretaris Dishub KP KLU, H. Samsul Rizal, SP., Rabu, 18 April 2018. Pengunduran diri Kabid telah disampaikan secara tertulis kepada Kepala Dinas Perhubungan KP KLU, pada Senin (16/4) lalu.

Iklan

“Surat pengunduran diri Pak Kabid sudah masuk Senin lalu. Saya sendiri yang antar ke pak Bupati, pak Sekda, dan ke BKD,” ujar Rizal.

Terhadap pengunduran diri Kabid itu, Sekdis Samsul Rizal, mengaku beberapa program di Bidang Perikanan Tangkap terganggu. Salah satunya, program studi kelayakan (kajian) Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Program tersebut sedianya akan dieksekusi pada APBD murni 2018.

“Kajian TPI tinggal eksekusi, tapi karena Pak Kabid mengundurkan diri, jadi belum bisa jalan. Terpaksa kita harus menunggu Kabid baru, karena di sana juga hanya ada 1 orang Kasi (kepala seksi),” sambungnya.

Dikonfirmasi perihal pengunduran dirinya, Wayan Suartana, membenarkan. Kepada koran ini melalui pesan WhatsApp, Suartana mengakui keadaannya kurang sehat.

“Iya saya kurang sehat, butuh istirahat agar mengurangi stress saya. Stres itu pemicu utama asam lambung saya naik, sudah 4 dokter spesialis yang bilang saya stres,” katanya.

Suartana berharap pengunduran dirinya tidak dipersepsikan negatif. Sebab bagi ASN yang lahir dan dibesarkan di KLU ini beranggapan, jabatan adalah sarana untuk mengabdikan diri. Ia berharap, sektor perikanan di KLU ke depannya semakin maju dan mandiri.

Terpisah, Kepala BKD PSDM Lombok Utara, H. M. Najib, M.Pd., yang dikonfirmasi tak membantah pengunduran diri mantan Kepala Bidang Perikanan Tangkap. Hanya saja, sampai hari ini pihaknya belum menerima surat resmi dari yang bersangkutan. “Beliau mengundurkan diri karena sakit, saya sendiri yang meminta beliau untuk membuat surat mundur,” ucap Najib.

Ia menilai, adalah hal lumrah bagi seorang pejabat untuk mundur terlebih lagi dengan alasan kesehatan yang tidak mendukung untuk memikul beban tugas yang berat. Kondisi kesehatan ASN yang terganggu maka yang bersangkutan tidak akan bisa fokus untuk mengurus pekerjaan. Oleh karenanya, pengunduran diri mantan Kabid ia minta disikapi positif. “Saya harap pengunduran diri ini tidak dinilai negatif,” tandasnya. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here