Kabar Gembira, DAU NTB yang Tertunda Segera Cair

Mataram (suarantb.com) – Dana Alokasi Umum (DAU) yang ditunda selama dua bulan akan segera dikucurkan pemerintah pusat. DAU untuk bulan Desember dipastikan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTB, Taukhid akan dibayarkan tepat waktu. Demikian disampaikannya di Gedung Graha Bakti Praja Kantor Gubernur NTB, Kamis, 27 Oktober 2016.

“Desember dibayarkan, tidak ditunda lagi. November mudah-mudahan dibayarkan. Untuk DAU bulan Oktober dan September akan dibayarkan tahun 2017,” jelasnya.

Iklan

Penudaan kucuran DAU ini seharusnya tidak mengganggu belanja daerah. Kebijakan ini diambil karena masih ada dana-dana di daerah yang belum digunakan. Menurut catatan Taukhid, saat ini secara keseluruhan masih ada sisa saldo Rp 2 triliun untuk 11 pemerintahan di NTB. “Kalau Rp 2 triliun di bagi rata di 11 pemerintahan, kira-kira Rp 200 miliar per satu kabupaten. Jadi masih ada dana,” imbuhnya.

Seharusnya menurut Taukhid pemda yang mengalami penundaan DAU tidak membuat hal tersebut menjadi beban. Justru itu merupakan penilaian positif dari pemerintah pusat karena daya beli pemda tersebut masih tinggi. Hanya saja pemda mungkin membutuhkan kepastian kapan dana tersebut dikucurkan.

“Kalau uang ini masuknya di 2017 harus masuk APBD 2017. Kalau masuk 2016 harus dikeluarkan sekarang dengan APBD Perubahan. Itu kepastian-kepastian yang pemda inginkan,” jelas Taukhid.

Selain itu, kekhawatiran jika dana tersebut kemudian menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) menghantui pemda. Padahal tidak ada yang salah dengan SILPA. Justru dijelaskan Taukhid itu merupakan hal bagus. Karena untuk anggaran berikutnya tidak perlu menunggu kucuran dana dari pusat, sudah ada SILPA yang bisa digunakan.

Saat ini SILPA NTB mencapai angka Rp 150 juta. Itu merupakan kemampuan ekonomi yang belum dibelanjakan. “Kalau uang tidak belanjakan, maka tidak akan tercipta multiplyer. Kalau tidak ada multiplyer kegiatan ekonomi masyarakat tidak meningkat. Padahal concern kita adalah meningkatkan ekonomi masyarakat yang akan mensejahterakan masyarakat. Karena meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” komentarnya. (ros)