Kabar dari Ahyar-Mori untuk Para Pegawai/Profesional

Mataram (Suara NTB) – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi (Ahyar-Mori) mencanangkan sejumlah kebijakan agar birokrasi dan lembaga yang mempekerjakan para pegawai/profesional bisa berjalan di atas relnya. Hal ini tentu akan menjamin kenyamanan bagi para pegawai/profesional tersebut.

Reformasi yang bergulir sejak 20 tahun lalu, telah memunculkan tantangan baru bagi lembaga-lembaga negara atau lembaga swasta yang mempekerjakan para profesional di bidangnya. Tantangan tersebut cukup beragam. Mulai dari melakukan reformasi birokrasi, hingga tuntutan kesejahteraan dan kemudahan dalam berkarya.

Iklan

Hal inilah yang juga menjadi perhatian pasangan Ahyar-Mori di Pilkada NTB 2018. Dalam kampanyenya, pasangan Ahyar-Mori juga mengingatkan para pegawai/profesional untuk mencermati program mereka.

Janji pertama pasangan Ahyar-Mori bagi kalangan pegawai/profesional adalah adanya jaminan tata kelola birokrasi yang bersih dan profesional. Birokrasi yang bersih dan profesional adalah birokrasi yang mampu melaksanakan tugasnya dengan efektif dan efisien.

Birokrasi semacam ini akan menitikberatkan pada pelayanan yang memuaskan di satu sisi, dan memberikan suasana yang lebih lega bagi para aparatur di sisi lain. Birokrasi yang bersih dan profesional lahir dari keberhasilan mewujudkan reformasi birokrasi yang selama ini masih terus diperjuangkan oleh pemerintah.

Reformasi Birokrasi merupakan program nasional yang harus dilaksanakan oleh seluruh Kementerian, Lembaga, maupun instansi Pemerintah Daerah dengan berlandaskan pada Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025.

Janji kedua pasangan Ahyar-Mori untuk kalangan pegawai/profesional adalah kemudahan mencari lapangan pekerjaan. Berbekal aneka kebijakan yang sudah disusun, pasangan Ahyar-Mori bertekad untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang cukup untuk mengakomodir pertumbuhan angkatan kerja di NTB.

Salah satu strategi Ahyar-Mori untuk mendorong penciptaan lapangan kerja adalah dengan memaksimalkan peranan SMK selaku institusi pendidikan yang melahirkan tenaga kerja terampil di bidangnya.

Mengenai hal ini, Calon Wakil Gubernur NTB, H. Mori Hanafi mengutarakan bahwa saat ini yang menganggur di NTB, memang bukan cuma yang lulusan SMK.

“Lulusan kuliah, setahun itu lebih dari 10 ribu orang. Angkatan kerja, yang masuk itu belasan ribu. Yang bisa ditampung oleh kita semua, itu hanya sekitar 1000 sampai 2000. Sisanya, tidak mempunyai pekerjaan,” ujar politisi Partai Gerindra ini.

Mori menegaskan bahwa pemerintah provinsi NTB saat ini belum terlalu berpihak pada penguatan peranan SMK. “Kenapa saya katakan demikian, sehubungan dengan rencana pemerintah provinsi saat ini ingin mengurangi SMK, padahal kita butuh,” ujarnya.

Padahal, imbuh Mori, bila perlu, jumlah SMK diperbanyak ketimbang SMA. Mori berharap, keberpihakan pemerintah terhadap SMK ini jelas. Para pengambil kebijakan di dalam tata kelola SMK, harus melakukan pemetaan yang baik terhadap potensi sekolah. Tentunya, dengan melibatkan para pemangku kepentingan, mulai dari siswa, guru, termasuk lapangan pekerjaannya.

“Kita ingin satu SMK, punya satu produk unggulan. Yang ketiga, kita harus memastikan, bahwa SMK itu memang lapangan pekerjaannya yang lebih banyak kita butuhkan. Kalau yang lebih banyak perbengkelan, ya bengkel. Kalau lebih banyak salon, ya salon. Kalau lebih banyak restoran ya restoran. Ini yang kita harapkan,” ujarnya.

Penciptaan lapangan kerja juga dilakukan dengan memaksimalkan sektor yang memiliki karakteristik penyerapan tenaga kerja yang besar, yaitu sektor pertanian dalam skala luas.

Pasangan Ahyar-Mori meyakini, investasi di sektor pertanian adalah investasi yang riil dan banyak menyerap tenaga kerja. Dengan cara terus memanfaatkan berbagai peluang-peluang investasi sektor pertanian yang akan mampu digarap dengan baik dan lebih kreatif melalui inovasi-inovasi yang akan diciptakan kedepannya, demi kesejahteraan bersama seluruh masyarakat NTB.

Oleh karena itu, pasangan Ahyar-Mori telah mencanangkan berbagai program pada bidang pertanian dan peternakan, dengan tujuan untuk mewujudkan masa depan NTB sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi pertanian yang unggul di masa depan.

Adapun program dimaksud antara lain ; pertama, kartu petani bersubsidi; kedua bantuan teknologi pertanian modern; ketiga, menyediakan fasilitas alat tangkap modern untuk nelayan; keempat, mengembangkan industri pengolahan hasil produksi pertanian, perikanan dan peternakan; dan kelima, menjamin pembelian hasil produksi pertanian (padi dan gabah) saat musim panen.

Janji kerja ketiga pasangan Ahyar-Mori bagi kalangan pegawai/profesional adalah pelayanan publik yang berkualitas dan mudah. Pelayanan publik yang berkualitas dan mudah akan memberikan kemudahan bagi semua pihak. Terutama, mereka yang berasal dari kalangan pegawai/profesional. Dengan adanya pelayanan berkualitas dan mudah, publik tidak perlu lagi harus membuang banyak biaya, waktu dan energi untuk mendapatkan pelayanan yang mereka inginkan.

Janji kerja keempat pasangan Ahyar-Mori bagi kalangan pegawai/profesional adalah perlindungan pasti terhadap hak-hak pegawai dan karyawan. Selama ini, ada begitu banyak pegawai/karyawan yang belum terlindungi atau terpenuhi hak-haknya. Pasangan Ahyar-Mori meyakini, perlindungan ini merupakan hal yang wajib dipenuhi oleh institusi yang mempekerjakan mereka.

Janji kerja kelima pasangan Ahyar-Mori bagi kalangan pegawai/profesional adalah adanya keamanan. “NTB Aman, Kerja Tenteram”. Dengan adanya keamanan, para pegawai/profesional bisa bekerja dan berusaha dengan nyaman. Mereka juga bisa fokus untuk mengembangkan usaha atau meningkatkan karir mereka di bidangnya, tanpa khawatir dengan aspek keselamatan. (tim)