Juni Persiapan Konstruksi

H. Amry Rakhman (Suara NTB/dok)

PEMPROV NTB telah mendapatkan kejelasan dari PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) mengenai pembangunan smelter di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pembangunan smelter akan masuk persiapan konstruksi Juni mendatang.

‘’Juni persiapan konstruksi sama mulai perekrutan tenaga kerja,’’ kata Kepala Bappeda NTB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M. Si., dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 9 April 2021 sore kemarin.

Iklan

Amry menjelaskan pada Jumat kemarin, Pemprov NTB, Pemda Kabupaten Sumbawa Barat dan PT. AMNT menggelar pertemuan membahas soal percepatan pembangunan smelter yang ada di KSB. Pertemuan tersebut dihadiri langsung Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M. Sc., Bupati KSB, Dr. H. W. Musyafirin, M.M., dan PT. AMNT.

Amry mengatakan, konstruksi pembangunan smelter akan dimulai pada November – Desember mendatang. Namun, sebelum masuk tahap konstruksi, PT. AMNT melakukan persiapan-persiapan terkait dengan penyelesaian dokumen termasuk rekrutmen tenaga kerja.

“Untuk memulai persis kapan mulai konstruksinya, harus disiapkan kontrak dan masalah ketenagakerjaan, itu butuh waktu beberapa bulan,” katanya.

Mantan Asisten II Setda KSB ini menjelaskan pada bulan April – Mei, AMNT melakukan persiapan kontrak terkait konstruksi pembangunan smelter. Kemudian, pada bulan Juni ditargetkan sudah teken kontrak.

Sedangkan bulan Juli, Agustus dan  September dilakukan penyiapan tenaga kerja untuk pembangunan smelter. “Sehingga konstruksinya November – Desember sudah mulai. Juni itu persiapan administrasi dan ketenagakerjaan untuk memulai konstruksi,” terangnya.

Pada tahap prakonstruksi, lanjut Amry,  sedang disiapkan dokumen-dokumen administrasi dan penyiapan tenaga kerja. Namun, seberapa banyak tenaga kerja yang dibutuhkan, masih belum disebutkan secara eksplisit.

“Karena harus dikonsolidasikan dalam dua bulan ini. Masih dihitung-hitung lagi. Tapi tahun ini sudah mulai bergerak untuk pembangunan smelter,” tambahnya.

Pembangunan smelter AMNT di KSB, kata Amry, ditargetkan tuntas 2023 mendatang. Smelter akan dibangun pada lahan seluas 154 hektare. Di dalamnya, ada pabrik pengolahan konsentrat, dan  fasilitas pendukung smelter. Lahan seluas 154 hektare tersebut, kata Amry, sudah clear and clean.

“Tinggal Hak Guna Bangunan, masih menunggu proses keluarnya sertifikat HGB dari Kementerian ATR atau BPN Pusat. Sudah masuk ke sana, tinggal menunggu proses keluarnya,” katanya.

Untuk mendorong percepatan pembangunan smelter ini, lanjut Amry, Pemprov NTB membentuk Tim Fasilitasi Pembangunan Kawasan Industri. Pemprov akan memfasilitasi semua hal yang berkaitan dengan kelancara proses perizinan.

‘’Kalau ada izin-izin yang harus diberikan, kalau harus ada koordinasi-koordinasinya di lapangan, khusus untuk smelter kita akan lakukan,’’ terangnya. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional