Jumlah Transfer Depo Sampah di Mataram Belum Ideal

Mataram (Suara NTB) – Volume sampah di Kota Mataram terus meningkat dari tahun ke tahun. Sementara belum semua sampah yang bisa terangkut ke TPA setiap hari karena keterbatasan armada. Bahkan jumlah transfer depo untuk menampung sementara sampah juga sangat terbatas.

Transfer depo sampah di Kota Mataram hanya lima unit. Jumlah ini belum ideal jika dibandingkan dengan jumlah kelurahan yang ada atau 50 kelurahan. Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Dinas Kebersihan Kota Mataram, H. Muzahar, idealnya untuk tiga sampai empat kelurahan ada satu transfer depo.

Iklan

“Idealnya satu sampai tiga kelurahan ada satu transfer depo,” ujarnya kepada Suara NTB, Rabu (21/9). Menurutnya menyediakan satu transfer depo untuk satu kelurahan sangat tidak memungkinkan karena keterbatasan lahan di Kota Mataram. Untuk menyiasati keterbatasan lahan ini, satu transfer depo juga bisa untuk menampung sementara sampah dari empat kelurahan.

Transfer depo sampah di Kota Mataram saat ini berada di Lawata, Jempong, Pagutan, Cakranegara, dan satu unit sedang dibangun di Karang Taliwang. Jika ada transfer depo, maka tidak ada lagi sampah menumpuk di titik lainnya. Petugas sampah dari kelurahan bisa langsung membuang sampah ke transfer depo. Apalagi sekarang ada kendaraan roda tiga yang bisa dimanfaatkan untuk mengangkut sampah.

Transfer depo juga sangat dibutuhkan di Kecamatan Sandubaya. Sampah dari beberapa kelurahan di Sandubaya saat ini dibuang di pinggir jalan dekat pintu masuk menuju Pasar Selak. Muzahar mengatakan sampah di Pasar Selak tersebut tak bisa diangkut setiap hari, namun dijadwalkan tiap pekan atau lima hari sekali.

Produksi sampah di Pasar Selak mencapai sekitar 30 ton dalam sepekan. Untuk mengangkut sampah dari kawasan ini dikerahkan belasan truk. Pihaknya juga mengerahkan alat berat untuk mengangkat tumpukan sampah ke dalam kendaraan. “Kita gunakan 14 truk untuk mengangkut sampah dari Pasar Selak,” ujarnya.

Pihaknya telah menyampaikan persoalan ini ke kecamatan dan meminta disediakan lahan sekitar satu atau dua are untuk transfer depo. “Itu solusi paling jitu. Kalau TPS agak susah, seharusnya ada transfer depo,” ujarnya. Jika sampah kesulitan diangkut dengan tenaga manual, maka pihaknya bisa menggunakan alat berat atau loader.

Sampah di Pasar Selak dinilai sangat mengganggu karena berada di pinggir jalan raya. Untuk itulah segera diperlukan transfer depo. Warga yang buang sampah di tempat tersebut tidak hanya dari Kota Mataram, tapi juga dari luar kota. (ynt)