Jumlah Siswa SMA Terbuka di NTB Capai 1.589 Orang

Lalu Muhammad Hidlir. (Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – 17 SMA di NTB dipastikan sebagai sekolah induk penyelenggara SMA Terbuka di NTB. Antusiasme masyarakat untuk bersekolah di SMA Terbuka cukup baik, hal ini terlihat dari total siswa di semua SMA Terbuka yaitu sebanyak 1.589 orang.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB, Drs. Lalu Muhammad Hidlir ditemui di ruang kerjanya, Senin, 30 Agustus 2021 menyampaikan sebanyak 17 SAM sudah disetujui dan ditetapkan sebagai sekolah induk penyelenggara SMA terbuka. Menurutnya, adanya SMA Terbuka ini diharapkan para siswa yang putus sekolah karena berbagai hal diberikan peluang melanjutkan pendidikan.

Iklan

“Harapan agar anak-anak yang putus sekolah disebabkan faktor menikah, terpaksa menikah, kemudian masalah ekonomi yang tidak mampu ikut di sekolah, atau faktor sosial dan lain sebagainya, kita memberikan peluang kepada mereka melanjutkan sekolah lewat SMA Terbuka,” ujarnya.

Adanya SMA Terbuka ini juga untuk meningkatkan angka rata-rata lama sekolah di NTB. “Dengan adanya SMA terbuka bisa kita perlahan masuk ke wajib belajar 9 tahun, dan nantinya 12 tahun,” ujar Hidlir.

17 sekolah induk penyelenggara SMA Terbuka yaitu SMAN 1 Narmada, SMAN 2 Gerung, SMAN 1 Pemenang, SMAN 1 Praya Timur, SMAN 2 Jonggat, SMAN 1 Pringgarata, SMAN 2 Selong, SMAN 1 Sakra Timur, SMAN 4 Sumbawa, SMAN 1 Moyo Utara, SMAN 1 Seteluk, SMAN 2 Manggalewa, SMAN 1 Kempo, SMAN 3 Pekat, SMAN 2 Sanggar, SMAN 1 Lambu, dan SMAN 3 Wera.

Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB, Purni Susanto menambahkan, jumlah seluruh siswa SMA Terbuka sebanyak 1.589 orang itu sangat fantastis.Adanya siswa di SMA terbuka cukup membantu sekolah induk penyelenggara SMA Terbuka tersebut, terutama bagi sekolah-sekolah yang jumlah siswa regulernya relatif sedikit. Hal ini bisa membantu guru-guru yang sebelumnya kekurangan jam mengajar. “Karena siswa SMA tebuka masuk Dapodik yang sama dengan siswa reguler, sangat membantu guru yang kekurangan jam mengajar untuk pengusulan sertifikasi,” kata Purni.

Di samping itu, dengan adanya SMA Terbuka, sekolah induk penyelenggara SMA Terbuka juga bisa mendapat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang nilainya sama dengan SMA reguler. (ron)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional