Jumlah Sepeda di Gili Trawangan akan Dibatasi

Tanjung (Suara NTB) – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan (Dishublutkan) akan memberlakukan kebijakan mengatur distribusi sepeda di kawasan wisata 3 gili. Di mana jumlah sepeda yang disewakan oleh masyarakat akan dibatasi.

Sekretaris Dishublutkan KLU, H. Samsul Rizal, SP., Jumat, 20 April 2018 mengungkapkan, pembatasan jumlah sepeda diperlukan untuk menghindari kepadatan dan kesan kumuh di wilayah 3 gili. Pasalnya, banyak sepeda yang dijejer oleh masyarakat di pinggir jalan lingkar 3 pulau kerap menghambat lalu lintas maupun pejalan kaki.

Iklan

“Jumlah sepeda akan kita batasi, ke depan hotel-hotel mungkin diberikan izin untuk memiliki beberapa unit, dan berapa unit yang dapat dikelola oleh masyarakat,” ungkapnya.

Samsul menjelaskan, keberadaan rental sepeda di 3 gili sejauh ini belum tersentuh oleh kebijakan Pemda KLU. Kelonggaran yang dimiliki pelaku usaha menyebabkan jumlah sepeda semakin menumpuk dan seolah tak terkendali. Tidak hanya jumlah, tempat-tempat rental sepeda di objek wisata dunia itu juga terkesan sembarangan, sehingga dikhawatirkan mengganggu kenyamanan wisata.

Ia menilai, sudah seharusnya seluruh objek transportasi di 3 pulau diatur oleh pemerintah. Terlebih lagi, rental sepeda belum memberikan retribusi kepada PAD Lombok Utara.

“Kita menginginkan, lokasi-lokasi parkir dan siapa pemilik rental akan ditata. Pemerintah berharap dapat membuatkan tempat khusus parkir untuk sepeda dan cidomo. Kalau sekarang ini kan semua tempat digunakan, nanti kalau sudah ditata kita tetapkan lokasi khusus parkir,” jelasnya.

Ia melanjutkan, keinginan Pemda KLU tersebut masih sebatas wacana. Mengingat sampai saat ini belum ada progres perencanaan maupun desain program ke arah itu. Demikian pula, regulasi yang akan mengatur rental sepeda belum dibuat. Sebelum dibuatkan Perda, pengaturannya akan menggunakan Peraturan Bupati (Perbup). “Kita masih belum tahu regulasinya. Makanya kami akan cari dulu seperti apa, baru kita akan terapkan polanya,” imbuh Samsul Rizal.

Ia menambahkan, keberadaan sepeda potensial dijadikan sumber PAD di kawasan 3 gili. Mengingat target retribusi parkir se KLU yang dikelola Dishub naik menjadi Rp500 juta. Angka ini melonjak dari target tahun lalu sebesar Rp 60 juta dengan realisasi mencapai Rp120 juta.

Mencapai tarhet tersebut, Dishub dalam waktu dekat akan mengumpulkan dan membina seluruh juru parkir (jukir) di Lombok Utara. Dishub akan menjaring keluhan dan kendala yang dihadapi selama bertugas, sehingga penyerapan PAD parkir bisa tercapai maksimal. (ari)