Jumlah Sasaran Ratusan Ribu Jiwa, Vaksinasi Lansia Kota Mataram Prioritas Pertama di NTB

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Vaksinasi Covid-19 bagi lansia atau masyarakat umur 60 tahun ke atas akan dimulai di NTB, Maret mendatang. Jumlah sasaran vaksinasi lansia di NTB mencapai ratusan ribu jiwa atau 15 – 20 persen dari total penduduk NTB.

Dalam vaksinasi tahap kedua ini, lansia yang berada di ibukota provinsi NTB, yaitu Kota Mataram menjadi prioritas pertama. Sama seperti provinsi lainnya di Indonesia, diutamakan lansia yang berada di ibukota provinsi.

Iklan

Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 21 Februari 2021 mengatakan jatah vaksin lansia untuk Kota Mataram akan datang pekan depan. Ia mengatakan, Pemerintah Pusat baru mendistribusikan vaksin untuk tujuh provinsi di Pulau Jawa dan Bali.

“Untuk tujuh provinsi utama vaksin sudah didistribusikan, kita belum. Mungkin minggu depan kalau kita. Vaksinasi lansia itu diutamakan di ibukota provinsi dulu,” terang Eka.

Terkait jumlah sasaran vaksinasi lansia di Kota Mataram, Eka mengatakan Dinas Kesehatan masih melakukan pendataan. Namun, secara keseluruhan di NTB, jumlah lansia mencapai ratusan ribu jiwa atau 15 – 20 persen dari total penduduk NTB yang saat ini jumlahnya lebih dari 5 juta jiwa.

Dikatakan, vaksinasi lansia di Kota Mataram akan dilaksanakan Maret mendatang. Sedangkan, sembilan kabupaten/kota lainnya di NTB akan menyusul.

Meskipun jumlah lansia di NTB mencapai ratusan ribu jiwa, namun Eka mengatakan tidak semuanya bisa divaksinasi. Bagi lansia yang menderita penyakit diabetes dan hipertensi tak terkontrol, maka tidak bisa divaksinasi.

“Kebanyakan lansia kita penderita hipertensi. Jadi pendataannya memang betul-betul by name by address,” tuturnya.

Mengenai lokasi vaksinasi, Eka mengatakan harus dilaksanakan di sarana kesehatan seperti rumah sakit dan Puskesmas.

Untuk pelaksanaan vaksinasi lansia, Pemerintah telah mendistribusikan 7 juta dosis vaksin, selanjutnya menyusul 11 juta dosis pada Maret mendatang. Secara teknis pelaksanaan vaksinasi bagi lansia tak banyak berbeda.

Hanya saja dalam proses skrining dilakukan lebih detail dengan beberapa pertanyaan tambahan. Selain itu, sasaran juga diminta untuk membawa surat keterangan layak vaksinasi. Jumlah dosis yang akan diberikan pun sama, yakni dua dosis dengan selang waktu 28 hari. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional