Jumlah Pengunjung 10 Persen dari Kapasitas Gedung, LEM Terapkan Protokol Covid-19 Berlapis

Setelah melewati pengecekan suhu tubuh di pintu masuk mall, pengunjung LEM harus melewati pengecekan lagi saat memasuki toko (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Lombok Epicentrum Mall (LEM) sebagai salah satu pusat perbelanjaan di Kota Mataram terus memaksimalkan protokol kesehatan selama beroperasi. Terlebih, sebagai pusat perbelanjaan terbesar di NTB LEM mulai ramai didatangi pengunjung sejak beberapa pekan terakhir.

General Manager (GM) LEM, Salim Abdad, menerangkan pelaksanaan protokol kesehatan di LEM telah menjadi atensi pihaknya dalam kondisi apapun. Bahkan dalam situasi pandemi virus corona (Covid-19) saat ini protokol tersebut dilakukan berlipat, baik oleh manajemen LEM maupun oleh para penyewa. “Protokol Covid-19 di LEM tetap kita pertahankan. Alhamdulillah sampai sekarang berjalan baik, berkat kerja sama pengunjung, penyewa, dan manajemen LEM,” ujar Salim saat memberikan keterangan, Senin, 18 Mei 2020 di Mataram.

Iklan

Menurutnya, sikap kooperatif dari para pengunjung menjadi salah satu kunci pelaksanaan protokol kesehatan dengan lancar. Untuk menjaga protokol kesehatan selama pandemi ini salah satunya dilakukan dengan memastikan penerapan pembatasan fisik dia area mall. “Jadi kalau masuk ke mall (jumlah pengunjung) kita perkirakan 10 persen dari luas mall. Toko-toko juga menyesuaikan,” ujar Salim.

Dicontohkannya seperti Matahari Department Store yang akhir pekan lalu sempat dikunjungi banyak pelanggan. Sehinga manajemen toko memberlakkan pembatasan jumlah pengunjung sebanyak 500 orang. “Jadi pihak toko berharap nanti mengalir. Keluar 10 orang, masuk 10 orang. Toko yang lain juga akan mengikuti kalau mencapai kapasitasnya,” ujar Salim.

Di sisi lain, dengan batasan kapasitas 500 orang untuk satu toko disebutnya masih cukup aman dan nyaman untuk menerapkan pembatasan fisik. Mengigat hitungan tersebut telah disesuaikan dengan luas masing-masing toko yang ada. “Itu sudah diukur. Karena luasnya dan koridornya besar-besar, kita harapkan ukuran itu memenuhi syarat orang nyaman dan tetap terjaga physical distancingnya (pembatasan fisik),” ujar Salim. Untuk menghindari antrean terlalu panjang, penambahan jumlah kasir juga sudah dilakukan.

Pihak toko juga disebutnya menerapkan protokol kesehatan secara mandiri. “Jadi seperti di Matahari itu mereka cek lagi (pelanggan) dengan thermo gun dan diwajibkan cuci tangan. Mereka punya protokol yang berbeda di luar dari protokol manajemen,” ujar Salim. Di sisi lain, sebagai persiapan menjelang Idul Fitri manajemen LEM juga terus memastikan ketersediaan fasilitas seperti hand sanitizer, tempat cuci tangan, dan pemeriksaan suhu tubuh dengan thermo gun. Kendati demikian, beberapa kegiatan rutin tahunan diakuinya saat ini ditiadakan untuk sementara waktu.

Dicontohkan Salim seperti sala id yang tidak digelar untuk tahun ini. Selain itu, seluruh pameran yang biasa digelar juga ditiadakan untuk menghindari adanya keramaian yang berlebihan. “Tanggal 24 untuk pembukaan mall kita persiapkan jam 12 siang, tutupnya jam 9 malam,” ujarnya. Menurutnya LEM saat ini memang mulai banyak dikunjungi oleh orang-orang yang mencari kebutuhan selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Dimana toko-toko seperti Hypermart dan lain-lain banyak menyediakan kebutuhan tersebut.

Kendati demikian, dengan seluruh protokol yang diterapkan dan sikap kooperatif dari masyarakat diharapkan dapat menjadi jaminan bagi masyarakat. Terutama untuk kenyamanan dan keamanan selama beraktivitas di ruang publik tersebut. Senada dengan itu Manager LEM, Eva Siregar, menerangkan pihaknya akan terus memastikan pusat perbelanjaan tersebut selalu aman dan bersih. Salah satunya dengan pengecekan rutin setiap hari, termasuk untuk penyemprotan disinfektan dan penyediaan fasilitas seperti hand sanitizer, tempat cuci tangan, dan lain-lain.

“Yang nomor satu sekarang keamanan dan kebersihan. Jangan sampai kita lengah,” ujarnya, Senin, 18 Mei 2020. Diterangkan Eva, pihaknya secara rutin melakukan pengecekan protokol kesehatan yang diterapkan. “Akhir pekan juga kita patroli. Kalau ada yang tidak pakai masker, kita tegur baik-baik. Karena ini buat kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi,” pungkasnya. (bay)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional