Jumlah Penduduk Miskin di NTB Naik 0,09 Persen

Ilustrasi warga miskin di NTB. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah penduduk miskin di NTB periode September 2019 – Maret 2020 naik sebesar 0,09 persen. Pada September 2019, persentase angka kemiskinan di NTB sebesar 13,88 persen, naik menjadi 13,97 persen.

Kepala Dinas Sosial (Disos) NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH mengatakan, peningkatan angka kemiskinan juga terjadi secara nasional. Di mana, BPS mencatat persentase penduduk miskin pada Maret 2020 mencapai 9,78 persen. Meningkat 0,56 persen terhadap September 2019 dan meningkat 0,37 persen terhadap Maret 2019.

Iklan

Sedangkan di NTB, jika melihat jumlah penduduk miskin pada Maret 2019 yang tercatat sebesar 14,56 persen terjadi penurunan jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 yang tercatat 13,97 persen.

“Jadi masih lebih rendah dari jumlah kemiskinan pada Maret 2019 walaupun naik 0.09 dari bulan September 2019,’’ sebut Khalik di Mataram, Rabu, 15 Juli 2020.

Menurut Khalik, program penanganan dampak Covid-19 oleh Pemprov dan Pemda Kabupaten/Kota di NTB yang sedang berjalan sesuai dengan harapan dan harus terus dikuatkan. Harapannya, kebijakan gubernur untuk  program stimulus ekonomi yang akan dilaksanakan pasca program bantuan sosial Jaringan Pengaman Sosial (JPS)  bisa mamperkuat ketahanan masyarakat.

‘’Untuk tidak menambah terlalu banyak angka kemiskinan kita di NTB pada September 2020. Dampak Covid-19 tetap menjadi perhatian utama dalam menekan laju pertambahan penduduk miskin di NTB,’’ tandas Khalik.

Dengan adanya bantuan sosial, maka memperkuat daya tahan masyarakat miskin dan hampir miskin  bertahan di tengah pandemi Covid-19. Diketahui, untuk mengatasi dampak sosial ekonomi pandemi Covid-19, Pemerintah Pusat dan Pemda memberikan delapan jenis bantuan di NTB.

Pertama, Program Keluarga Harapan (PKH) dengan jumlah keluarga penerima manfaat sebanyak 324.756 KK. Setiap bulan menghabiskan anggaran sekitar Rp240,5 juta. Kedua, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bantuan sembako dengan jumlah penerima 209.037 KK. Dengan besaran bantuan kepada setiap penerima Rp200 ribu selama 9 bulan dengan total anggaran Rp916,26 miliar.

Ketiga, Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diperuntukkan bagi 270.005 KK di NTB. Setiap KK memperoleh bantuan uang tunai sebesar Rp600 ribu dengan total anggaran sebesar Rp486 miiar lebih.

Keempat, program rehabilitasi sosial lansia dengan sasaran 2.530 orang yang tersebar di NTB. Setiap lansia mendapatkan bantuan senilai Rp2,7 juta dengan total anggaran Rp6,8 miliar lebih. Kelima, Bantuan sosial tunai lansia kepada 1.350 orang selama 3 bulan. Masing-masing lansia mendapatkan Rp600 ribu dengan total anggaran Rp2,4 miliar lebih.

Keenam, JPS Gemilang dalam bentuk bantuan sembako kepada ratusan ribu KK.  Ketujuh, JPS kabupaten/kota dan kedelapan, Bantuan Langsing Tunai (BLT) Dana Desa dengan besaran Rp600 ribu per KK selama tiga bulan dan akan ditambah selama tiga bulan dengan besaran bantuan Rp300 ribu per KK per bulan. (nas)