Jumlah Korban Pembobolan ATM BRI di Mataram Capai 230 Orang

Mataram (suarantb.com) – Jumlah nasabah yang menjadi korban dugaan pembobolan ATM BRI di Mataram mencapai 230 orang. Hal tersebut diungkapkan Bagian Hukum BRI Kanwil Denpasar, Wibisana, Rabu, 26 Oktober 2016. Jumlah tersebut diprediksikan akan terus meningkat setiap harinya.

“Sampai hari ini nasabah yang komplain ke kami sebanyak 230 nasabah di wilayah Mataram. Pastinya akan terus bertambah, karena setiap hari selalu muncul komplain,” ujarnya saat ditemui di Mataram.

Iklan

Para korban tersebut mulai mengadu ke Kantor BRI Cabang Mataram sejak tiga hari yang lalu. Raibnya secara misterius uang nasabah di rekeningnya mulai terjadi sejak Minggu, 23 Oktober 2016. Beberapa nasabah mengaku tiba-tiba saldo pada rekeningnya terpotong tanpa sama sekali melakukan transaksi keuangan.

Total kerugian untuk saat ini yang telah diaudit sebesar Rp 1,5 miliar. Diperkirakan kerugian akan terus bertambah seiring bertambahnya jumlah korban. “Total kerugiannya sampai saat ini sekitar Rp 1,5 miliar. BRI Pusat nantinya akan melakukan penyelidikan, apakah benar korbannya adalah korban skimming (pembobolan). Kalau benar akan kita ganti uang yang hilang,” jelasnya.

Lapor Polisi

Hari ini juga pihak BRI telah melaporkan kasus raibnya uang nasabah pada Polres Mataram. Wibisana dengan beberapa pihak BRI lainnya mendatangi Polres Mataram pagi tadi. Mereka membawa barang-barang bukti terkait kasus tersebut.

“Bukti yang kami bawa yaitu penutup pinped yang sudah dimodifikasi oleh pelaku. Lalu alat skimmer pada mulut ATM. Sementara untuk indikasi pembobolan melalui internet banking, kita harus investigasi pemakaian seperti apa, transaksi melalui apa,” pungkasnya.

Hasil penyelidikan internal BRI, ditemukan sebanyak lima buah mesin ATM di beberapa wilayah di Mataram rusak akibat upaya pembobolan dengan teknik skimming. Diantaranya ATM pada SPBU di Lingkar Selatan dan ATM pada Cafe Mekar.

Kasat Reskrim Polres Mataram, AKP Haris Dinzah SIK, mengatakan telah meminta bantuan pada pihak BRI untuk memberikan dokumen dan bukti transaksi nasabah yang kehilangan uangnya secara misterius.

“Karena sifatnya rahasia bank, maka kami minta bantuan pihak BRI, agar proses penyidikan berjalan cepat dan kasus tersebut terungkap,” ujarnya. Polres Mataram hingga kini telah berkoordinasi dengan pihak BRI dan Unit Cyber Crime Polda NTB dalam melakukan penyidikan. (szr)