Jumlah Kasus Covid-19 di Mataram Terus Menurun

H. Usman Hadi. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Kasus harian Covid-19 di Kota Mataram terus mengalami penurunan. Kondisi tersebut diharapkan dapat dipertahankan, terutama dengan memastikan protokol kesehatan (prokes) tetap berjalan dengan baik di masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, dr. Usman Hadi menyebut kesadaran masyarakat menaati prokes berbasis 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas) saat ini menjadi apresiasi terbesar yang dapat diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes). “Kita tahu ada banyak apresiasi seperti dari Pegadaian yang memberikan emas, PUPR dan lain-lain, tapi sebenarnya petugas kesehatan kita tidak butuh apa-apa selain bersama-sama menjaga prokes itu,” ujarnya, Kamis, 2 September 2021.

Iklan

Dengan tetap mematuhi prokes walaupun jumlah kasus berkurang, maka beban tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang menangani Covid-19 bisa jauh berkurang. Sisi lain dari capaian tersebut adalah bisa dibukanya kembali pelayanan umum di fasilitas-fasilitas kesehatan yang ada.

“Semisal se-NTB ini semuanya taat prokes, beban nakes berkurang. Orang-orang non-covid yang ingin berobat jadi bisa lancar (pelayanannya), sehingga kamar-kamar yang terpakai sekarang (untuk pasien Covid-19) juga bisa kita alihkan untuk pasien umum,” jelas Usman.

Sampai dengan 1 September 2021 jumlah terkonfirmasi positif di Kota Mataram tercatat mencapai 6.780 kasus. Rinciannya, 6.233 orang pasien dinyatakan sembuh, 229 orang meninggal, dan 318 orang masih menjalani perawatan.

Jumlah tersebut termasuk penambahan 28 kasus positif baru, 38 pasien sembuh baru, dan 3 orang pasien meninggal yang tercatat pada tanggal yang sama. Penambahan ini jauh berkurang dibanding sehari sebelumnya. Di mana pada 31 Agustus 2021 tercatat 25 kasus positif baru, 39 pasien sembuh baru, dan 1 orang meninggal.

Plt. Direktur RSUD Kota Mataram sekaligus Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang menyebut tingkat keterpaparan pasien yang memerlukan perawatan intensif di rumah sakit saat ini memang mengalami penurunan. Hal tersebut diakui menjadi angin segar untuk penanganan pandemi Covid-19 yang telah berlangsung lebih dari satu setengah tahun.

“Kita berharap kedepan (eskalasi kasus) tetap menurun seperti ini. Dengan begitu normalisasi pelayanan di rumah sakit juga bisa dipercepat, supaya secara keseluruhan bisa maksimal kita berikan,” ujarnya saat memberikan keterangan, Kamis, 2 September 2021.

Berdasarkan catatan pihaknya sampai dengan 2 September 2021 jumlah pasien yang menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Kota Mataram sebanyak 38 orang dari 125 tempat tidur yang disiapkan. Dengan demikian keterisian tempat tidur (BOR) RSUD Kota Mataram sampai berita ini ditulis adalah 30,4 persen.

Penurunan jumlah pasien juga terjadi di rumah sakit darurat Covid-19 yang disiapkan Pemkot Mataram. Tercatat di Hotel Nutana dengan kapasitas 40 tempat tidur hanya diisi 8 orang pasien. Sedangkan di Fizz Hotel dari kapasitas 40 tempat tidur hanya diisi 7 orang pasien.

“Walaupun kasus kita sedang menurun, penekanan kita prokes tetap tidak boleh abai. Ini menyangkut juga upaya kita meningkatkan produktivitas kedepannya,” jelas Martawang.

Menurutnya, jika masyarakat bersikap kooperatif menjalankan prokes maka pergerakan produktivitas ekonomi juga dapat ditingkatkan. Mengingat situasi pandemi tidak bisa tiba-tiba berakhir, maka penerapan prokes tersebut perlu menjadi gaya hidup baru.

“Kedepan, kita berharap masyarakat bisa tetap produktif di tengah kondisi saat ini. Jadi di satu sisi ada efisiensi dengan pembatasan-pembatasan yang dilakukan, dan semua yang kita kerjakan secara otomatis berlandaskan pada peningkatan produktivitas yang lebih efisien itu,” tandas Martawang. (bay)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional