Jumlah dan Harga Tiket Mendesak Ditentukan, Agar Event WSBK Mandalika Punya Nilai Tambah Ekonomi

Hariyadi B. Sukamdani (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi B. Sukamdani mengatakan, kepastian mengenai jumlah dan harga tiket World Superbike (WSBK) di Pertamina Mandalika International Street Circuit cukup mendesak segera ditentukan. Agar event internasional tersebut mempunyai nilai tambah ekonomi untuk NTB.

‘’Jadi, jauh-jauh hari harus ditentukan menyangkut masalah tiket WSBK ini. Tiketnya mau dijual berapa, jumlahnya berapa,’’ kata Hariyadi dikonfirmasi usai membuka Musyawarah Provinsi III Apindo NTB di Kawasan Wisata Senggigi, Kamis, 7 Oktober 2021.

Iklan

Menurutnya, Pemerintah dan penyelenggara WSBK harus berkaca dari perhelatan Asian Games beberapa tahun lalu. Event yang bagus seperti Asian Games, nilai tambah ekonominya tidak maksimal lantaran tidak jelasnya masalah tiket.

‘’Eventnya bagus, tapi nilai tambah ekonominya ndak maksimal. Karena pengalaman di Asian Games kemarin, itu karena ndak jelas bagaimana distribusi tiketnya,’’ katanya.

Menurutnya, kejelasan soal jumlah dan harga tiket WSBK Mandalika perlu segera ditentukan. Sehingga penonton baik domestik dan mancanegara dapat merencanakan kunjungannya. Begitu juga pelaku wisata, juga akan bisa merencanakan paket-paket wisata yang akan disiapkan pada saat perhelatan WSBK.

‘’Makin cepat ditentukan jumlah dan harga tiketnya maka semakin bagus. Harus ada kepastian soal jumlah dan harga tiket. Karena itu butuh promosi,’’ imbuhnya.

Ia melihat waktu perhelatan WSBK Mandalika sudah semakin mepet. Kaitan dengan kepastian jumlah dan harga tiket ini, paling tidak sebulan sebelum pelaksanaan event sudah ditentukan.

‘’Karena takutnya kalau ndak cukup waktu orang nanti merencanakan bagaimana. Kemudian pesawatnya juga disiapkan. Jumlah pesawat berapa, sehingga kita semua bisa merencanakan dengan baik,’’ katanya.

Selain masalah tiket WSBK, Hariyadi juga mengatakan penonton atau wisatawan juga ingin mengetahui persyaratan orang yang datang ke NTB, termasuk kapasitas penumpang pesawat. Apakah wisatawan harus karantina selama 8 hari, atau cukup memperlihatkan sertifikat vaksin atau hasil tes PCR.

‘’Itu juga perlu. Karena kalau karantina 8 hari, turis banyak yang ndak mau,’’ ucapnya.

Selain itu, apakah wisatawan yang menonton WSBK juga diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Sementara, wisatawan mancanegara tidak punya NIK, tetapi pasport.

‘’Kalau mau mengintegrasikan ke PeduliLindungi bagaimana. Banyak hal-hal teknis yang harus segera dikoordinasikan oleh Pemda, penyelenggara WSBK, dengan Pemerintah Pusat,’’ tandasnya.

Event WSBK di Sirkuit Mandalika akan digelar 19 – 21 November mendatang. Namun sebelum event tersebut, akan digelar lomba balap tingkat Asia, yaitu Idemitsu Asia Talent Cup (IATC), 12 – 14 November 2021. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional