Jumlah Balita Stunting di Sumbawa Masih 8,39 Persen

Peserta pertemuan konvergensi penurunan stunting di Sumbawa, Jumat, 26 November 2021.(Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Jumlah balita stunting di Sumbawa saat ini masih berada diangka 8,39 persen. Tersebar pada 37 lokasi stunting. Hal itu terungkap dalam pertemuan konvergensi penurunan stunting aksi 6, Jumat, 26 November 2021. Dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra yang juga Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting (TP3S) Kabupaten Sumbawa, Varian Bintoro, S.Sos.,M.Si. Dengan berbagai intervensi yang telah direncanakan, jumlah lokus stunting di Kabupaten Sumbawa ditargetkan berkurang menjadi 11 lokus pada tahun 2022.

Pemenuhan target tersebut, kata Varian, salah satunya juga diupayakan dengan mengarahkan kebijakan anggaran Kabupaten Sumbawa sebesar 18,4% dari keseluruhan anggaran pada sektor kesehatan di tahun 2022.

Iklan

Diketahui, pertemuan konvergesi penurunan stunting aksi 6 (Sistem Manajemen Data), untuk mempercepat pencegahan stunting melalui koordinasi dan konsolidasi program kegiatan pusat, daerah dan desa. Diharapkan keterlibatan semua pihak dalam mendukung aksi konvergensi/integrasi percepatan pencegahan stunting.

Sistem manajemen data intervensi pencegahan dan penurunan stunting adalah tatanan pengelolaan data di tingkat kabupaten/kota sampai dengan tingkat desa yang akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan dan pengelolan program/ atau kegiatan pencegahan dan penurunan stunting.

Sekban Bapelitbang E.S Adi Nusantara S.Sos, M.Sc memaparkan Sumbawa merupakan kabupaten pertama yang dinilai dari 8 kabupaten se-NTB yang menjadi lokus penilaian.  Adapun lokus Stunting di Kabupaten Sumbawa, pada tahun 2019 lalu berjumlah 25 desa, kemudian ada penambahan pada tahun 2020 dan 2021 menjadi 37 desa. Hal ini akan menumbuhkan keinginan untuk melaksanakan atau mengintervensi kegiatan pencegahan dan penurunan angka Stunting terutama di daerah lokus. (arn)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional