Jumasnah Tak Lagi Miskin

Inaq Jumasnah menunjukkan medali yang diterimanya dan dikalungkan oleh Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid karena telah keluar dari garis kemiskinan, Senin, 14 Desember 2020. (Suara NTB/her)

Sebanyak 1.901 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mengundurkan diri dari kepesertaan PKH. Mereka mendapatkan penghargaan KPM Graduasi Mandiri. Penyerahan penghargaan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Lobar H. Fauzan Khalid kepada 40 perwakilan KPM di Bencingah Agung Kantor Bupati Lobar, Senin, 14 Desember 2020.

Dari 1.901 warga tersebut, salah satu di antaranya Inaq Jumasnah, warga Lembar. Dia menuturkan, ia menjadi peserta PKH sejak 2010 dan digraduasi tahun 2020. “Setelah kami merasa sudah bisa mencukupi kebutuhan keseharian dan kebutuhan lainnya, akhirnya kami memutuskan untuk mengajukan graduasi, sehingga bantuan PKH dapat diberikan kepada keluarga kurang mampu lainnya,” ujar Jumasnah.

Iklan

Ibu tiga anak ini mengatakan, selama menjadi KPM PKH, dia membuka usaha sendiri dengan usaha berjualan lontong setiap pagi. “Dan sampai saat ini kami ada perubahan untuk peningkatan ekonomi keluarga dari hasil berjualan yang diperoleh,” tuturnya.

Jumasnah mengakui, dari pendapatan berdagang itu bisa membiayai untuk menyekolahkan tiga anaknya. Ada yang sekolah di SMK, SMP, dan SD. “Suami saya bekerja sebagai petugas jaga malam di salah satu kantor di Lombok Barat dan sambilan jadi tukang bangunan. Dari penghasilan keluarga saya per bulan itu kurang lebih Rp1.750.000,” imbuhnya. Dia berharap ke depan setelah keluar dari KPM PKH ada bantuan modal berupa modal stimulus untuk menambah modal usaha.

Sementara itu, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid mengatakan, setelah acara graduasi ini, Dinas Sosial harus berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Dinas Koperasi supaya mereka (KPM PKH, red) yang sudah digraduasi tidak boleh dilepas, supaya nanti langsung diintegrasikan dengan program mereka. “Setelah mereka digraduasi secara bertahap dan bergiliran ada pembinaan lanjutan dari Dinas Koperasi dan Dinas Perdagangan,” jelasnya.

Kadisos Lobar, Lalu Martajaya menuturkan jumlah yang menyatakan diri mundur sampai dengan minggu pertama bulan Desember 2020 terus mengalami peningkatan hingga mencapai 1.901 keluarga dan ini terus mengalami progres hingga hari ini. “Artinya mereka sudah keluar dari program PKH adalah secara otomatis, bahwa mereka ini sudah merasa sejahtera mandiri dan sudah tidak tergantung pada program pemerintah,” katanya.

Dia menyebut, peserta ini keluar atas keinginan dan kesadaran mereka secara ikhlas tanpa ada tekanan. Sehingga karena mereka keluar, nanti diberikan kesempatan kepada peserta lain yang membutuhkan. “Secara ekonomi mereka sudah stabil, setelah ini peran kami di Dinas Sosial akan berkoordinasi bersama Dinas Koperasi dan Dinas Perdagangan kalau ada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang kita berikan,” imbuhnya.

Dia menambahkan, yang digraduasi hari ini sebanyak empat kecamatan meliputi Kecamatan Sekotong: 43 keluarga, Kecamatan Lembar: 1267 keluarga, Kecamatan Gerung: 368 keluarga dan Kecamatan Narmada: 72 keluarga. Itu data hingga Nopember. Setelah figuring lagi hingga minggu pertama December, jumlahnya menjadi 1.901 keluarga, data inipun tetap akan membantah. Lanjut kata dia, untuk tahap selanjutnya yang akan digraduasi di enam Kecamatan dan direncanakan akan dilaksanakan jelang perayaan HUT Kabupaten Lombok Barat. “Diharapkan ini dapat menginspirasi KPM lain, agar mampu mandiri tidak tergantung pada program bantuan pemerintah dan memberi kesempatan bagi warga lain yang benar-benar layak dan membutuhkan program bantuan pemerintah,” tutupnya. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional