Jukir Tak Pakai Karcis, Masyarakat Jangan Bayar Parkir

Mataram (suarantb.com) – Penggunaan karcis parkir dalam aktivitas perparkiran di Kota Mataram telah diwajibkan dalam Perda Nomor 7 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Perparkiran. Karcis tersebut merupakan bukti adanya transaksi antara juru parkir (jukir) dengan pengguna jasa parkir. Karcis diberikan oleh jukir kepada pengguna jasa parkir di muka, yaitu saat pengguna jasa parkir belum meninggalkan kendaraannya di tempat parkir. Dengan adanya karcis, maka jukir bertanggung jawab atas kendaraan dan barang pengguna jasa yang bersangkutan setelah dilakukan transaksi.

Kepala Bidang Pengendalian, Operasi dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Mataram, Mahfuddin Noor mengatakan, pengguna jasa parkir harus meminta karcis parkir jika jukir tidak memberikan. Hal tersebut dimaksudkan sebagai bentuk tanggung jawab jukir terhadap kendaraan pengguna jasa parkir.

Iklan

Jika jukir tidak menggunakan karcis dalam transaksi parkir, pengguna jasa parkir diminta jangan membayar parkir.

“Kalau jukir tidak menggunakan karcis, pengguna jasa parkir boleh tidak bayar. Karena karcis itu bukti transaksi bahwa kita menggunakan jasa parkir,” pesannya, Selasa, 1 November 2016.

Selain itu, karcis tersebut dapat digunakan sebagai alat klaim jika pengguna jasa parkir mengalami kerusakan atau kehilangan kendaraan atau barang di tempat parkir tersebut.

“Jadi kalau anda parkir, tapi tidak menggunakan karcis, tidak bisa diklaim,” tambahnya.

Karcis dapat menjadi jaminan klaim kerusakan atau kehilangan, supaya pengguna jasa parkir dapat memperoleh ganti rugi. Mahfuddin mengatakan, dalam Perda telah jelas diatur bahwa kehilangan atau kerusakan dalam aktivitas perparkiran merupakan tanggung jawab bersama antara jukir dan pengguna jasa parkir, dengan catatan harus diketahui oleh aparat penegak hukum setempat.

Dengan demikian, korban yang mengalami kehilangan akan mendapatkan ganti rugi sebesar 50 persen dari total kerugian yang dialami. (rdi)