Jukir Nakal Dilaporkan ke Tim Saber Pungli

M. Saleh. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perhubungan melaporkan sekitar 100 lebih juru parkir (jukir) nakal ke tim sapu bersih pungutan liar (saber pungli) Kota Mataram. Pasalnya, jukir tidak pernah menyetor retribusi parkir ke kas daerah. Datanya sekitar 100 jukir sudah saya laporkan ke tim saber, kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Drs. M. Saleh, Jumat (25/9).

Materi pengaduan yang disampaikan ke Tim Saber Pungli adalah jukir resmi mengambil uang pelanggan tanpa karcis, pengenaan biaya parkir melebihi dari ketentuan Perda. Sementara, jukir liar enggan mengurus kelengkapan administrasi sebagai jukir resmi tapi tetap menarik pembayaran ke masyarakat.

Iklan

Saleh mengaku, laporan tersebut telah dikirim ke Polresta Mataram. Tinggal tim saber pungli mengambil tindakan. Kalau sanksi jadi kewenangan dari kepolisian, ucapnya.
Menurut Saleh, pihaknya sudah berupaya melakukan pendekatan ke jukir resmi maupun jukir liar, tetapi enggan direspon dengan berbagai alasan. Padahal, kategori perbuatannya melanggar hukum. Saya sengaja melaporkan biar jukir ini sadar diawasi oleh tim saber pungli.jangan mereka anggap main main, tegasnya.

Di satu sisi kata Saleh, perparkiran sedang dilakukan penataan. Hal ini diawali dengan mengubah Perda tentang pengelolaan parkir. Selanjutnya, jukir di enam kecamatan akan dibedakan. Rompi yang dikenakan tidak lagi berwarna orange. Langkah ini untuk mempermudah petugas melakukan identifikasi.
Dijelaskan, revisi perda dengan melibatkan akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Mataram, guna memperkuat sistem bruto. Tugas jukir akan direposisi. Artinya, jukir hanya bertugas mengatur kendaraan, bukan menarik uang dari pelanggan. Di rompi itu kita siapkan nomor pengaduan. Jadi masyarakat bisa langsung komplain, ucapnya.

Sistem penarikan parkir dirancang non tunai. Masyarakat tinggal menempelkan kode aplikasi (barcode) menggunakan hp android. Jika tidak memiliki aplikasi nanti jukir membantu dan jukir diperbolehkan menarik uang. Kedepan jukir itu harus punya modal minimal hp android, ucapnya.
Saleh mengakui, dari 763 titik parkir masih terjadi kebocoran kas daerah, sehingga bertahap akan ditata sistem dan sumber daya manusiannya. Jukir akan disamaratakan menjadi jukir utama. Kalau ada jukir utama minimal ada dua jukir pembantu, demikian kata Saleh. (cem)