Jukir Nakal di Mataram akan Dirazia

Jukir di Kawasan Bisnis Cakranegara mengatur kendaraan yang parkir pekan kemarin. Dishub bersama TNI – Polri serta PPNS akan merazia jukir nakal dan jukir liar di Kota Mataram. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perhubungan akan merazia untuk menertibkan juru parkir (jukir) nakal di Kota Mataram. Penertiban itu untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran sumber pendapatan asli daerah (PAD). Jika membandel, jukir akan dipecat.

Penertiban yang dijadwalkan pertengahan Oktober akan melibatkan aparat Kepolisian, TNI dan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS). Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Drs. M. Saleh menerangkan, penertiban diawali dengan operasi over demention and over loading (ODOL) terhadap kendaraan roda empat. Kegiatan itu memberikan pengaruh besar terhadap PAD. Artinya, kendaraan yang belum uji kir ditilang dan diminta kir ulang ke UPT Uji Kendaraan Bermotor. “Ini cukup efektif. Awalnya hanya Rp1 juta per hari. Setelah penertiban jadi Rp6 juta PAD yang masuk ke kas daerah,” kata Saleh dikonfirmasi akhir pekan kemarin.

Iklan
M. Saleh

Penertiban akan difokuskan parkir dan lalu lintas. Saleh mengakui, banyak jukir nakal dan jukir ilegal masih beroperasi. Jukir nakal masuk kategori resmi tetapi tidak pernah menyetor pendapatannya ke kas daerah. Tidak disebutkan detail jumlahnya, tetapi keberadaannya sangat berdampak terhadap PAD. Demikian juga jukir liar sudah pasti tidak memberikan kontribusi ke daerah. “Jukir nakal dan liar ini jadi target mau kita tertibkan bulan ini,” katanya.

Saleh menegaskan, jukir resmi tetapi nakal akan menjadi bahan evalusi. Pihaknya akan mengganti apabila tidak mengubah perilaku setelah dirazia. Sementara, jukir liar diberikan peringatan, karena tindakannya berimplikasi terhadap persoalan hukum yakni pungutan liar (pungli). “Ada beberapa jukir sudah kita panggil. Alhamdulillah, mereka mau berubah dan menyetor pendapatan mereka ke kas daerah,” ujarnya.

Retribusi parkir tepi jalan umum tahun 2021 ditargetkan sekitar Rp18,5 miliar. Realisasi sampai akhir September sekira Rp1 miliar lebih. Saleh meyakini, operasi terpadu yang dilaksanakan dengan melibatkan aparat keamanan dan penyidik pegawai negeri sipil dapat mengamankan sumber PAD. Sikap tegas dilakukan juga bisa memberikan terapi kejut bagi jukir nakal maupun jukir liar di Kota Mataram. “Untuk jukir liar kita akan data dan minta mengurus ke kantor agar ditetapkan sebagai jukir resmi, sehingga menjadi potensi PAD,” demikian kata Saleh. (cem)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional