Jukir Liar Ditertibkan

0
Puluhan terduga pelaku pungli berkedok juru parkir saat diamankan di Mapolres Bima Kota, Kamis, 24 Juni 2021.(Suara NTB/ist)

Kota Bima (Suara NTB) – Jajaran kepolisian di sejumlah daerah mulai menggelar penertiban terhadap praktik pungutan liar yang berkedok juru parkir.

Di Kota Bima Kota, aparat Polres Kota Bima juga menertibkan praktik Pengutan Liar (Pungli) berkedok Juru Parkir (Jukir) di Terminal Dara dan sejumlah pasar, Kamis, 24 Juni 2021. Sebanyak 42 orang diamankan berikut uang hasil pungutan jutaan rupiah.

IKLAN

Kabag Ops Polres Bima Kota, Kompol Nusran Nugraha dalam konferensi pers di mapolres siang kemarin menyampaikan, dalam rangka menindaklanjuti Surat Telegram Kapolda NTB, Irjen Pol. M Iqbal terkait pemberantasan aksi premanisme dan praktik pungutan liar, Tim Puma Satreskrim telah menyisir sejumlah lokasi rawan.

Seperti misalnya di Terminal Dara dan sejumlah pasar, tim mendapati praktik pungutan liar berkedok juru parkir. “Kami sudah mengamankan 42 orang terduga pelaku pungutan liar,” ungkapnya.

Puluhan orang berseragam preman ini terpaksa diamankan karena kedapatan menarik biaya parkir secara ilegal. Selain tidak memiliki seragam jukir, mereka tak mengantongi kartu anggota serta menyediakan karcis khusus bagi pengunjung pasar dan terminal.

Meski demikian, lanjut Nusran Nugraha, mengingat ini gebrakan awal dari kepolisian, pihaknya tak langsung memidana para terduga pelaku. Mereka hanya sebatas didata dan mendapat pembinaan guna tidak mengulangi lagi perbuatannya dikemudian hari. “Apabila kemudian hari masih dilaksanakan, maka kami tindak tegas melalui pidana umum,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal diketahui bahwa terduga pelaku tidak saja warga lokal, tetapi ada dari Lombok dan Sumba NTT. Per hari mereka bisa memungut biaya parkir hingga Rp500 ribu.

Dari total penghasilan tersebut, pengakuannya sebagian diserahkan ke instansi terkait sebagai sumber pendapatan daerah. “Soal ada yang disetor ke pemerintah daerah itu dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Pasti akan kita periksa nanti,” pungkasnya.

Instruksi Kapolri

Di Dompu, kepolisian juga mengamankan 10 orang dalam operasi berantas premanisme yang digelar, Kamis, 24 Juni 2021. Mereka ini diamankan saat menjadi juru parkir yang tidak dilengkapi surat tugas sebagai petugas parkir dan uang sebagai barang bukti (BB).

Operasi pemberantasan premanisme yang dipimpin Aipda Zainul Subhan ini diharapkan dapat ditindak lanjuti Dinas Perhubungan dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Dompu untuk pembenahan sistem parkiran kendaraan bermotor di Dompu.

Kepala Seksi Humas Polres Dompu, Ipda Handik Wijaksono kepada wartawan, Kamis, 24 Juni 2021 mengatakan, 10 orang yang diamankan dalam operasi pemberantasan premanisme di kompleks pasar atas, area parkir pertokoan, pasar Wodi Woja, dan Taman Donggoana Montabaru ini langsung digiring ke Polres Dompu. “Saat ini terduga preman masih diamankan di Polres. Sejauh ini masih kita bina,” kata Handik.

Pemberantasan tindakan premanisme ini, lanjut Handik, sebagai tindak lanjut dari instruksi Kapolri tentang pemberantasan praktek premanisme dan pungli dan surat telegram Kapolda NTB tanggal 11 Juni 2021 lalu tentang pelaksanaan perpanjangan kegiatan rutin yang ditingkatkan.

Para pelaku kata Handik, menjadi juru parkir liar (Juki) yang tidak memiliki kartu resmi sebagai juru parkir atau menggunakan menggunakan rompi sebagai tanda pengenal juru parkir yang dibagikan Dinas Perhubungan. Mereka ini biasanya meminta uang kepada korban yang memarkir kendaraannya di kompleks pertokoan dan pasar Dompu. “Para pelaku juga tidak memberikan karcis parkir,” jelasnya.

Sepuluh pelaku yang diamankan berasal dari kecamatan Woja dengan inisial Ys (41) warga Wodi Desa Bakajaya, Srd (39) warga Rasanae Selatan Desa Bara, Rl (37) warga Wawo Timur Desa Nowa, Rl (45) warga Lingkungan V Monta Baru, dan AM (35) warga Kandai II. Lima pelaku lain dari kecamatan Dompu yaitu Jnd (44) warga Pandai Desa Kareke, Am (43) warga Ragu Desa Mbawi, Ir (24) dan Ad (25) warga Swete kelurahan Bali Satu, serta AI (65) warga Muhajirin Desa O’o. “Tim mengamankan barang bukti berupa uang tunai hasil tagihan sebesar Rp353.000,” ungkapnya. (jun/ula)