Jujur Mengaku Tak Miskin Lagi, Puluhan Warga Lobar Keluar sebagai Penerima PKH

Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid bersama Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB menghadiri acara wisuda penerima PKH di Sembung, Narmada.

Giri Menang (Suara NTB) – Puluhan warga di Desa Sembung, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dengan kesadaran sendiri keluar dari penerima bantuan Progran keluarga harapan (PKH). Pasalnya mereka sudah bisa keluar dari status pra sejahtera alias kemiskinan.

Hal itu ditandai dengan acara Wisuda Sejahtera Mandiri Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH), di Desa Sembung, Kecamatan Narmada, Kamis, 10 September 2020 lalu. Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid menyampaikan, wisuda itu agar lebih keren dan menimbulkan efek aura positif untuk para penerima manfaat PKH. “Ini (graduasi) yang kedua di Lombok Barat yang caranya mandiri dan orangnya banyak. Sebelumnya di Lembar 27 orang sedangkan di sini 23 orang satu desa,” jelas dia.

Iklan

Ia meminta agar kegiatan yang berkaitan langsung dengan bantuan seperti ini harus mengundang Dinas Perindag, dan Dinas Koperasi termasuk Dinas Sosial Provinsi. NTB. Karena setelah graduasi ini, harus ada orang yang bertanggung jawab membina. Pembinaan itu tidak bersifat materi, tapi juga dikunjungi dengan diberikan motivasi.
“Inilah yang kita harapkan pembinaan yang bekesinambungan khusus untuk koperasi biasanya yang di sentuh SDMnya,” ujar dia.

Ia berharap wisuda penerima PKH ini bisa diikuti oleh masyarakat Lobar yang lain.
“Mudah mudahan ini merembet ke desa yang lain di samping berkah dari apa yang ibu dapatkan,”jelas dia memotivasi warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Akhsanul Khalik mengaku bangga dengan warga sembung yang diwisuda. “Kami Bangga ada warga yang berani mengatakan tidak miskin lagi, ini kesyukuran karena tidak banyak seperti ini kita saja yang mampu sekalipun, kalau sudah namanya bantuan ingin selalu mendapatkan bagian,” ujar dia.

Hal itulah, yang seharusnya yang dilakukan oleh pendamping di NTB. Ia pun mendorong pendamping untuk membentuk kelompok usaha bersama supaya bisa bergerak. Ahsanul menyebutkan, di Lobar sendiri ada 30 pendamping sosial. Meskipun honor mereka kecil tapi kerja mereka luar biasa. Mereka ini menjadi contoh pendamping PKH di NTB. (Her)