Jual-Beli Aset di Narmada Diduga Libatkan Mafia

H. Sabirin, M. Busyairi. (Suarantb/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Banyak aset daerah yang berada di Kecamatan Narmada diduga dikuasai oknum. Bahkan aset yang tersebar di beberapa desa ini sudah disertifikatkan. Diduga penguasaan aset ini sudah melibatkan mafia karena modus dan oknum adalah oknum yang sama. Diduga modusnya, memalsukan pipil hingga membiayai sengketa aset.

Ketua Tim Penyelamat Aset Desa Lembuak, Narmada, H. Sabirin yang juga mantan anggota DPRD NTB dan Kabupaten Lobar mengungkap beberapa aset daerah yang dulu pecatu seluas 54 are masing-masing 27 are dan 29 are. Aset ini masuk wilayah Desa Dasan Tereng, Kecamatan Narmada. Namun, aset ini diduga dijual dan sudah dikuasai dan ada sertifikat atas nama perorangan. “Ini melibatkan mafia, karena oknum pelaku itu-itu saja dan modusnya sama,” ungkapnya.

Dirinya mengetahui lahan ini aset daerah, karena ia pernah menjadi petugas pemekel- pekaseh atau juru tulis aset di daerah Narmada, sehingga ia pun mengaku tahu persis dari awal terkait silsilah lahan itu. Tanah ini merupakan pecatu pekaseh Pemangket. Dan pecatu Kadus Lembuak Timur, Lembuak Barat, Kebon dan Kades Batu Kuta.

“Itu kompleks tanah pecatu semua itu, sekitar lima – enam hektar. Sebagian sudah dipakai untuk fasilitas umum. Termasuk untuk rumah sakit, merupakan pecatu kades Batu Kuta,’’ ujarnya.

Ia menuturkan, saat menjadi pemekel-pekaseh (juru tulis), ia memiliki 11 orang pekaseh. Mulai dari daerah Lembuak, Telage Ngembeng, Dasan Tereng, Sembung, Medain,Batu Rimpang, Rungkang bahkan hingga Bertais dan Cakra Timur (sebelum pemekaran Lobar dan Mataram). “Itu Tahun 1992, sebelum mekar, masih Kota Madya (Mataram, red) gabung Lobar,” jelas dia.

Semua aset-aset ini, jelas dia, masuk dalam buku aset. Dulunya disebut buku letter C (catatan aset). Lahan-lahan ini pun merupakan aset pemerintah, sehingga kewajiban pemerintah dan warga negara mempertahankan.

Sementara itu Plt. Camat Narmada M. Busyairi mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan perihal data aset-aset di daerah Narmada yang diduga dijual dan dikuasai oknum. “Kami sudah sampaikan beberapa data aset yang diduga dikuasai oknum,” ungkapnya.

Sejauh ini beberapa aset yang diduga dikuasai, seperti di daerah Nyur Lembang. Bahkan diduga aset itu sudah disertifikatkan. Pihaknya sudah melacak oknum yang mengetik sporadik. “Strategi oknum ini sama, diduga melibatkan mafia,” tegas dia.

Pihaknya pun mendukung penuh penertiban aset melalui upaya jihad aset yang dilakukan Pemda Lobar. Semua desa pun sudah diberitahu agar menginformasikan kepada pihak kecamatan. (her)