JPU Tahan Oknum Polisi Diduga Terlibat Peredaran Ganja 8 Kg

Tersangka kasus ganja 8 kg, oknum polisi berinisial SB (paling kiri) menjalani pelimpahan tahap dua dari penyidik Subdit III Ditresnarkoba Polda NTB kepada jaksa penuntut umum Kejati NTB, Senin, 7 Januari 2019. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Oknum polisi berinisial SB (32) dan warga sipil MS (41) dilimpahkan ke jaksa penuntut umum Kejati NTB. Jaksa melanjutkan penahanan dua tersangka peredaran ganja 8 kg tersebut usai pelimpahan tahap dua tersangka dan barang bukti.

Dua tersangka itu digiring tim Subdit III Ditresnarkoba Polda NTB, Senin, 7 Januari 2019 pagi sekitar pukul 10.30 Wita. Berkas perkara dua tersangka tersebut sudah dinyatakan lengkap.

Iklan

“(Tersangka) ditahan karena penyidikan sudah selesai. Di penyidik kepolisian ditahan, jadi ini di tingkat penuntutan tetap ditahan,” ucap Kasi Tindak Pidana Umum Lainnya Kejati NTB, Ginung Pratidina saat dikonfirmasi.

Pelimpahan tersangka dan barang bukti itu, sambung dia, menindaklanjuti berkas dua tersangka yang sebelumnya sudah dinyatakan lengkap. Jaksa penuntut umum kemudian akan menyusun berkas dakwaan di tahap penuntutan.

“Setelah berkas dakwaan jadi, dalam waktu dekat akan kita limpahkan berkasnya ke pengadilan,” kata Ginung.

Terpisah, Kasubdit III Ditresnarkoba Polda NTB, Anak Agung Gede Agung mengatakan penyidikan kasus yang diungkap September 2018 itu sudah selesai. “Tersangka dan barang bukti kita limpahkan, pelimpahan tahap dua,” ujarnya.

Tersangka MS dan Brigadir SB ditangkap terpisah pada Senin (17/9/2018). Tersangka MS ditangkap di halaman parkir kantor jasa pengiriman paket kilat di Pagutan, Mataram. Sementara KB, diamankan di rumah orang tua tersangka MS di Kampung Tangsi, Ampenan Selatan, Ampenan, Mataram.

Tersangka MS berperan mengambil ganja yang dikirim dari Sumatera. Pengiriman menggunakan paket kilat koper warna hitam. Ganja seberat 8 kg dibungkus dengan plastik kresek dan lakban cokelat.

Gumpalan ganja itu juga ditumpuk dengan 22 eksemplar buku pelajaran untuk mengelabui isi paket. Pada resi pengiriman, dicantumkan barang ditujukan kepada seseorang bernama YN di Monjok, Selaparang, Mataram.

Tersangka MS mengambil paket yang diduga atas perintah oknum Brigadir SB. Hasil tes urine menunjukkan tersangka SB positif mengonsumsi narkoba. Para tersangka itu dijerat pasal 111 ayat 2 dan atau pasal 114 ayat 2 UU RI No 35/2009 tentang narkotika. (why)