JPU Hadirkan 14 Kadus sebagai Saksi Kasus Raskin Desa Lekor

Mataram (suarantb.com) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan 14 saksi dalam kasus dugaan penyelewengan jatah beras miskin (raskin) Desa Lekor, Selasa 26 Juli 2016. Ke 14 saksi tersebut merupakan Kepala Dusun (Kadus) pada masing-masing wilayah di Desa Lekor Kecamatan Janapria Lombok Tengah (Loteng).

Ke 14 saksi dalam memberikan keterangan di Pengadilan Tipikor Mataram mengatakan jatah pembagian raskin pada masing-masing dusun berbeda-beda. Sedangkan salah seorang saksi lainnya mengatakan tidak pernah melakukan cek ke Bulog untuk mengetahui jatah sebenarnya dari pembagian raskin masing-masing dusun.

Iklan

Kasus tersebut menyeret terdakwa Kepala Desa (Kades) Lekor, Anwar Haris. Sebelumnya diketahui Anwar Haris diduga melakukan penyelewengan raskin dan Alokasi Dana Desa (ADD) 2013. Kasus ini mencuat karena Kades Lekor tidak dapat mempertanggungjawabkan penyaluran raskin.

Sebagaimana pihak Bulog mencairkan 34 ton raskin untuk Desa Lekor, namun pada praktiknya oleh Kades Lekor hanya dicairkan 17 ton. Indikasi kerugian negara mencapai 187 juta rupiah. Sidang akan dilanjutkan pekan depan masih dalam pemeriksaan saksi-saksi yang rencananya akan dihadirkan JPU. (szr)

  Meja Kerja Kajari Loteng Dipenuhi Laporan Dugaan Penyimpangan ADD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here