JPS Tahap Tiga Segera Didistribusikan

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram mengecek isian paket JPS yang didistribusikan di Kelurahan Pagesangan belum lama ini. Bantuan JPS tahap ketiga segera didistribusikan. Proses pengadaan barang mulai dilaksanakan oleh empat rekanan. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram memulai pengadaan barang untuk pendistribusian jaring pengaman sosial (JPS) tahap tiga. Proses verifikasi data telah difinalkan. Bantuan harus menyasar warga terdampak Covid-19.

Asisten I Setda Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura menyampaikan, pendistribusian bantuan JPS tahap ketiga masuk tahap pengadaan barang. Rekanan ditunjuk bertambah menjadi empat perusahaan. Bantuan ditargetkan tuntas sebelum akhir Juli. “Awalnya dua perusahaan. Sekarang ini kita tambah dua lagi, sehingga empat perusahaan,” sebut Mahmuddin ditemui Jumat, 3 Juli 2020.

Iklan

Data awal bantuan JPS disalurkan berjumlah 26 ribu kepala keluarga (KK). Pada tahap pertama telah didistribusikan untuk 19.803 KK. Sehingga, tersisa 6.197 paket bantuan di tahap pertama belum disalurkan.

Sesuai kebijakan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh membuka peluang untuk data baru penerima JPS. Pengajuan disampaikan kelurahan berdasarkan usulan dari lingkungan sejumlah 19 ribu lebih. Setelah diverifikasi kembali data penerima tersisa 12.745.

Data 12.745 paket belum didistribusikan itu merupakan akumulasi dari sisa 6.197 paket kuota yang belum terdistribusikan di tahap pertama. Dan, 6.548 data tambahan. Masyarakat yang masuk data usulan akan mendapatkan bantuan sama selama tiga bulan. “Jadi bantuan diterima sama selama tiga bulan,” katanya.

Konsekuensi dari penambahan kuota penerima menjadi 32.548 KK. Data tersebut telah rampung berdasarkan hasil validasi dan verifikasi Dinas Sosial. Kriteria penerima tidak berubah dari ketentuan sebelumnya, tetapi ada tambahan untuk pasien positif Covid-19 dan pasien dalam pengawasan (PDP).

Teknis pendistribusian maupun isian paket JPS, kata Mahmuddin, tidak terlalu berat. Tetapi ada masukan dari Dewan agar menambah isian paket bantuan untuk susu kedelai.

Rekomendasi dari legislatif perlu dikaji kembali. Berdasarkan pertimbangan dari Dinas Kesehatan bahwa bubuk susu kedelai memiliki masa kedaluwarsa dan rawan berjamur. “Ini perlu kita pertimbangkan jangan sampai menimbulkan masalah,” ujarnya. (cem)

  Takaran Kurang, Warga Kembalikan Bantuan JPS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here