JPS Lotim Tahap Kedua Siap Didistribusikan

Direktur Utama PD. Agro Selaparang, Sukirman, menunjukkan beberapa item JPS Lotim, Senin, 15 Juni 2020.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Lotim dalam rangka penanganan dampak virus Corona (Covid-19) untuk tahap kedua siap didistribusikan. Salah satu poin penting dalam pengadaan JPS tahap II ini dengan pelibatan IKM dan UKM lebih banyak dibandingkan tahap pertama. Tercatat sekitar 16 IKM dan UKM sebagai suplayer pengadaan produk-produk JPS tahap II ini.

“Untuk JPS Lotim tahap kedua sudah siap baik dari proses pendistribusian hingga administrasi. IKM dan UKM yang kita libatkan di tahap II ini lebih banyak,” terang Direktur Utama PD. Agro Selaparang, Sukirman, Senin, 15 Juni 2020.

Iklan

Selaku BUMD yang dipercaya sebagai penyedia JPS Lotim, pelibatan IKM dan UKM lebih banyak untuk melakukan pemberdayaan dengan diserapnya berbagai produknya di masa pandemi Covid-19. Di mana jumlah paket JPS Lotim untuk tahap kedua ini sebanyak 70.986 paket yang di dalamnya terdiri dari beberapa item produk terdiri atas, beras 10 kg, gula pasir 2 kg, minyak goreng dalam kemasan 1 liter, telur 15 butir, teri 1/4, garam beryodium, dan air mineral yang semuanya merupakan produk lokal.

Bahkan pihaknya sudah mulai uji coba pendistribusian di beberapa kecamatan, seperti di Kecamatan Pringgasela, Lenek dan Aikmel. Dalam pendistribusian ini diakuinya ada beberapa desa yang menolak karena adanya perbedaan data, sehingga dibuatkan berita acara penolakan. Untuk itu, ujarnya, terlebih dahulu dilakukan penyesuaian data untuk kemudian dilakukan pendistribusian kembali. “Selain memberdayakan produk-produk lokal. Untuk pengepakan kita juga berdayakan masyarakat sekitar,” terangnya.

Di samping itu, dilakukan beberapa perubahan item produk seperti dari 30 butir telur menjadi 15 butir telur, digantikan dengan ikan teri dan air mineral. Upaya ini untuk memperbanyak UKM dari wilayah selatan dalam pengadaan JPS Lotim. Termasuk untuk beras sebanyak 700 ton lebih dengan melibatkan belasan suplayer yang semua berasal dari lokal. “Untuk pengadaan beras saja kita melibatkan belasan suplayer. Bukan satu atau dua suplayer,” pungkasnya. (yon)