JPS Gemilang Tahap II Libatkan 346 IKM

H. Ridwan Syah (Suara NTB/dok)
top ads

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB melibatkan 346 IKM dan UMKM untuk memasok barang-barang yang akan dijadikan paket sembako dan suplemen Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap II. Dari sisi permodalan, IKM dan UMKM tersebut akan difasilitasi oleh Pemprov NTB mendapatkan bantuan permodalan dari PT. Bank NTB Syariah.

‘’346 IKM yang terlibat dalam JPS. IKM-IKM inilah yang akan kami ajak ke Bank NTB dibantu permodalannya. Bank NTB akan memberikan modal dalam beberapa skenario. Tapi dia (IKM dan UMKM) akan mencicil setelah tahun pertama,’’ ujar Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M.TP dikonfirmasi di Mataram, Minggu, 16 Mei 2020.

Iklan

JPS Gemilang tahap II dalam bentuk paket sembako dan masker plus suplemen. Bedanya,  pada tahap ini telur ditiadakan dan akan diganti dengan produk ikan kering. Dengan rincian paket untuk Pulau Lombok berupa 10 kg beras, 1 liter minyak kelapa, 1 ons abon ikan dan ikan kering.

Sedangkan paket sembako untuk Pulau Sumbawa berupa, 10 kg beras, 1 liter minyak goreng sawit, 1 ons abon ikan, produk ikan kering dan garam.  Sementara, paket masker dan suplemen berupa, dua buah masker non medis, susu kedelai, teh kelor/kopi, sabun cair/batang, dan minyak kayu putih.

Semua produk JPS Gemilang dipastikan merupakan produk dari IKM dan UKM lokal NTB, kecuali minyak goreng sawit untuk Pulau Sumbawa. Masing-masing OPD teknis akan bertanggungjawab terhadap pengadaan produk tersebut.  Kali ini, paket sembako dan masker plus suplemen JPS Gemilang akan dikumpulkan terlebih dahulu dan dikemas menjadi satu paket sebelum di dikirim ke desa dan didistribusikan kepada masyarakat.

JPS Gemilang tahap kedua ini akan diberikan kepada 125.000 KK di NTB. Data penerima mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) 99.000 KK dan Non DTKS 26.000 KK. Pemprov NTB, kata Ridwan, mengalokasikan anggaran sekitar Rp31 miliar untuk JPS Gemilang tahap II, karena jumlah penerima bertambah 20.000 KK dibandingkan tahap pertama yang hanya 105.000 KK.

  Sumbawa Siapkan Rp 15 Miliar untuk Program Desa Bebas Rentenir

Ridwan mengatakan dengan pelibatan IKM dan UMKM dalam memasok barang JPS Gemilang, sekarang Pemprov bisa memetakan IKM dan UMKM yang ada di daerah ini. Ternyata, IKM dan UMKM di NTB jumlahnya cukup banyak.

‘’Pemetaan ini kami lakukan dan fasilitasi ke Bank NTB Syariah untuk akses permodalan. Untuk pinjaman bagi  IKM dan UMKM  tak ada jaminan. Cukup melampirkan SPK  saja dari Kepala OPD. Misalnya, dia akan mengerjakan masker sekian ribu. Bawa itu saja selesai. Uangnya bisa dibantu oleh PT. Bank NTB Syariah. Mencicilnya nanti tahun kedua. Tahun pertama tak perlu mencicil,’’ jelasnya.

Diketahui, untuk menggairahkan IKM dan UMKM di masa pandemi Covid-19 ini, Pemprov mengalokasikan anggaran untuk stimulus ekonomi sebesar Rp278 miliar. Sebesar Rp90 miliar digunakan untuk pemberdayaan IKM dan UMKM.

Kemudian juga digunakan untuk membantu petani dan nelayan agar tetap berproduksi di masa pandemi ini. Sedangkan Rp188 miliar dipergunakan untuk program padat karya tunai yang tersebar di sejumlah OPD lingkup Pemprov NTB. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here