JPS Gemilang Dijaga Tim Saber Pungli

H. Ibnu Salim. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penyaluran bantuan sosial penanganan pandemi Covid-19 memasuki tahap akhir. Tim Saber Pungli mengintai indikasi penyimpangan dalam penyaluran Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang. Pemantauan untuk menutup celah bagi yang ingin mengambil keuntungan dalam kesempitan.

“Kita menurunkan tim pemantau penyaluran bantuan. Kita bagian tim saber pungli,” ucap Inspektur Inspektorat Provinsi NTB H. Ibnu Salim dikonfirmasi kemarin. Tujuannya, sambung dia, sebagai deteksi dini penyaluran program dari potensi penyimpangan. Pemantauan program melibatkan juga auditor negara dan aparat penegak hukum.

Iklan

“Terhadap penyaluran bantuan, kita uji petik atas penerima bantuan dan UKM yang terlibat. Ini untuk memastikan penyalurannya sampai dan tepat sasaran,” terangnya. Inspektorat pun mengingatkan OPD yang mengeksekusi anggaran JPS untuk cermat dan berhati-hati. “OPD harus memastikan harga kewajaran dalam pengadaannya,” kata Ibnu.

Pemprov NTB mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp926 miliar hasil dari pemfokusan dan pengalokasian ulang APBD. Peruntukannya, belanja kesehatan 50 persen, stimulus ekonomi 30 persen, dan pengadaan paket JPS 20 persen. Paket JPS Gemilang melibatkan UKM dan IKM lokal. Paket untuk penyaluran Pulau Lombok berisi beras, abon ikan, minyak goreng kelapa, serta kue kering. Untuk Pulau Sumbawa paket berisi beras, abon ikan, ikan kering, garam, kue kering lokal serta masker dan suplemen.

JPS tahap I menyedot anggaran Rp30miliar untuk penyaluran kepada 105 ribu kepala keluarga. JPS tahap II menyasar 125 ribu kepala keluarga dengan menggunakan anggaran Rp40 miliar.
Sementara JPS tahap III akan disalurkan pada Juli mendatang dengan target penerima sebanyak 120 ribu kepala keluarga. Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp40 miliar. (why)

  Fitra NTB Rekomendasi Perbaikan Data JPS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here