JPS Disalurkan Langsung ke Kelurahan

H. Effendi Eko Saswito. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram memastikan masyarakat terdampak pandemi Covid-19 segera menerima paket bantuan melalui program jaring pengaman sosial (JPS). Meskipun penyerahan secara simbolis batal dilakukan dalam seremoni perayaan HUT Kota Mataram ke-28, penyaluran ke masing-masing kelurahan disebut tetap berjalan.

“Kita akan salurkan ke masyarakat yang berhak mulai hari ini. Penerimanya ada 32.163 KK (kepala keluarga). Kebetulan hari ini dimulai juga penyalurannya ke masing-masing kelurahan,” ujar Ketua TAPD sekaligus Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, Dr. H. Effendi Eko Saswito, Selasa, 31 Agustus 2021.

Iklan

Diterangkan, Pemkot Mataram telah menyiapkan anggaran Rp5 miliar untuk menyiapkan program tersebut. Sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 21 tahun 2021 yang mengatur pemberian bantuan sosial kepada masyarakat terdampak pandemi sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional.

“Karena itu diperlukan percepatan penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat dengan memanfaatkan anggaran dari APBD,” jelasnya. Menurut Sekda, seluruh proses pengadaan tersebut telah melalui pemantauan dari tim asistensi serta verifikasi data penerima di lapangan.

“Untuk mengecek kualitas paket ini sudah ada tim asistensi baik dari Inspektorat secara internal, atau dari institusi eksternal seperti BPKP, Kepolisian, dan Kejaksaan yang terlibat melakukan pengecekan. Insyaallah pelaksanaannya berjalan baik dan tepat sasaran,” ujarnya.

Dalam penyaluran bantuan tersebut tetap dipertahankan pola pengadaan yang lama. Yaitu mengakomodir produk-produk UMKM lokal seperti jajanan kering, kerupuk, dan lain-lain. Terkait teknis penyaluran ke masyarakat, disebut Sekda akan menjadi wewenang dari masing-masing Kelurahan. “Nanti kelurahan yang atur teknis (penyalurannya,” ujarnya.

Asisten II Setda Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura menyebut penyaluran JPS ditargetkan selesai 5-7 hari terhitung sejak HUT Kota Mataram. Di sisi lain, tenggat tersebut juga diharapkan cukup untuk mengakomodasi adanya perbaikan selama penyaluran JPS dilakukan.

“Semisal ada isi paket yang ditolak masyarakat, kita siapkan juga penggantian-penggantiannya di waktu itu. Selama 5-7 hari itu, kalau ada yang rusak kita siap mengganti,” ujar Mahmuddin. Untuk itu, sebelum penyaluran dilakukan Tim Asistensi akan melakukan pengecekan terlebih dahulu di gudang dan pengecekan kembali setelah droping di kelurahan.

“Kalau ada yang kedaluwarsa atau beras dengan kutu, dilaporkan saja. Di dalam paket kemasan itu ada daftar isinya juga, supaya masyarakat tahu apa saja isinya dan bisa melihat kalau memang ada yang kurang,” jelasnya. Paket JPS sendiri berisi produk UMKM seperti kerupuk kulit, jajanan dan abon ayam senilai Rp150 ribu. Selain itu, diberikan juga bantuan beras sebanyak lima kilogram kepada masing-masing penerima manfaat. (bay)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional