Joda Akbar Targetkan Kemenangan Besar

Raden Nuna Abriadi dan Sudirsah Sudjanto (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Djohan Syamsu-Danny Karter Febrianto atau yang lebih dikenal dengan duet Joda Akbar menargetkan kemenangan besar pada Pilkada serentak KLU tahun 2020 ini. Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Tim koalisi pemenang pasangan Joda Akbar, Raden Nuna Abriadi.

Berdasarkan hasil kalkulasi politik, kubu Joda Akbar akan meraih kemenangan cukup besar, dengan perolehan suara cukup signifikan. “Kita targetkan 12 sampai 15 persen selisih suara kita dengan pasangan NADI. Itu hitungan kami,” ucap Raden Nuna yang dikonfirmasi di DPRD Provinsi NTB, Selasa, 29 September 2020.

Iklan

Ada beberapa alasan Raden Nuna sehingga pihaknya begitu optimis dapat meraih kemenangan besar tersebut. Dari hitungan di atas kertas, berdasarkan perolehan suara partai politik pendukung pasangan Joda Akbar, cukup jauh mengalahkan jumlah suara parpol pendukung NADI.

“Memang mereka lebih besar kursinya, tapi dari suara jauh lebih besar kami. Gerindra 22 ribu di KLU sebagai partai pemenang, PDIP 16 ribu partai nomor urut tiga, PKB 12 ribuan suara nomor urut 5. Ditambah pendukung Joda Akbar. Dengan DPT 160 ribuan, bisa dihitung kalkulasi kemenangan kita,” ujarnya.

Menurut politisi PDIP itu, kemenangan Joda Akbar tidak saja di atas kertas, tetapi di lapangan juga sangat terasa gema kemenangan tersebut. “Kita melihat antusias masyarakat dengan Joda Akbar sangat luar biasa di bawah,” katanya.

Sekretaris tim koalisi pemenangan Joda Akbar, Sudirsah Sudjanto, menambahkan ada beberapa alasan kuat yang membuat mayoritas masyarakat KLU begitu besar memberikan dukungan kepada pasangan Joda Akbar. Lebih lanjut dikatakannya, bahwa tidak ada sesuatu yang luar biasa selama ini, lebih-lebih pasca bencana KLU ingin  bangkit. Tapi justru bencana gempa dan Covid-19 dijadikan alasan. Padahal penanganan Gempa bukan dari APBD tapi APBN sehingga sangat membantu pemulihan, dan bahkan bantuan dari pihak ketiga. Karena itu harusnya KLU pulihnya sudah lama, pungkasnya. (ndi)