JKN-KIS Perkuat Ketahanan Hadapi Pandemi Covid-19

Ilustrasi Kartu JKN-KIS. (SuaraNTB/ist)

Selong (Suara NTB) -Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memiliki peranan yang sangat penting. Terlebih ditengah situasi pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Program JKN-KIS ini justru makin memperkuat ketahanan negara menghadapi pandemi.

Demikian diterangkan Sekretaris Eksekutif Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Raden Pardede dalam acara webinar bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Kamis (22/10) kemarin.

Iklan

“Adanya JKN KIS ini membuat kita merasa optimis, tidak khawatir dan tidak panik dalam menghadapi Covid,” ungkapnya. Dikatakan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan rakyatnya dari Covid.

Era pandemi saat ini, dua hal yang harus berjalan beriringan dan seimbang. Yakni menyelamatkan hidup yakni kesehatan masyarakat dan menyemalatkan kehidupan, mata pencaharian masyarakat. Setiap negara memiliki strategis yang berbeda. Penekanan pemerintah, mencegah resesi dan cipta rasa aman dan sehat bagi masyarakat.

Semua elemen di lingkup pemerintah didorong untuk menggerakkan stimulus fiskalnya dengan cepat dan efektif. Hal ini disebut sebagai salah astu gerakan strategi jangka pendek. Sedangkan jangka menengahnya mengembalikan perekonomian indonesia pada posisi sebelum covid atau bahkan menjadi lebih baik.

Akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) Prof. Budi Hidayat menguraikan, akibat pandemi covid ini telah menghentikan tren penurunan angka kemiskinan. Bahkan sebaliknya fakta terjadi ada 1,63 juta jiwa orang miskin baru akibat pandemi. Banyak pengangguran baru.

Persoalan ini diminta bisa dicarikan solusinya oleh pemerintah melalui program-program strategisnya. Karena akibat dari terganggunya kesehatan ini bisa melumpuhkan perekonomian. Menurutnya, Prorgam JKN-KIS didalamnya bisa berperan efektif dalam menghadapi pandemi. Tren terjadinya penurunan kunjungan ke fasilitas kesehatan akibat pandemi covid ini juga harus diperhatikan.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK RI, TB A Choesni menerangkan, dalam penanganan pandemi covid, BPJS Kesehatan diberikan kewenangan melakukan verifikasi klaim rumah sakit yang menangani pasien Covid.

Saat ini sudah terdapat 1.292 rumah sakit dengan 105.632 kasus yang diklaim pembayarannya. Dana digunakan membayar tersedia di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp 974 miliar. Ada juga dana disediakan di Kementerian Kesehatan sebesar Rp 21 triliun lebih. Dari Kemenkes ini sebagian besar belum dikeluarkan. Besarnya dampak pandemi pada ekonomi ini menjadi atensi serius pemerintah. Melalui program pemberian jaminan sosial diharapkan mampu mengurangi dampak.

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strtagis, Yustinus Prastowo mengemukakan, dalam hal pemulihan ekonomi, termasuk didalamnya penanganan masalah kesehatan pemerintah pusat mengalokasikan dana cukup besar. Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dialokasikan Rp 372,1 triliun. (rus/*)