Jika Target Serapan Gabah Gagal, Pangdam IX/Udayana akan Tidur di Sawah

Mataram (suarantb.com) – Kerja keras soal serapan gabah petani jadi tugas serius Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, S.IP.,M.Si. Menurutnya tidak ada alasan program Upaya Khusus (Upsus) swasembada pangan gagal, berbuntut gagalnya target serapan gabah petani oleh Bulog. Jika itu terjadi, maka Pangdam rela tidur di sawah tahun berikutnya, demi mengawal agar program ini sukses.

Iklan

“Saya serius, saya akan tidur di sawah petani. Saya ajak staf saya, saya ajak prajurit saya setiap panen,” tegas Pangdam saat memberi sambutan pada panen raya di Desa Nyiur Lembang Kecamatan Narmada Lombok Barat, Selasa, 9 Mei 2017.

Langkah itu akan dilakukan jika dalam kurun waktu setahun terakhir  target serapan gabah tidak maksimal, akibat beberapa faktor. Seperti beras yang keluar lantaran  memenuhi kebutuhan luar daerah, serapan Bulog tidak maksimal, kemudian petani menjual ke tengkulak.

Dengan menginap di sawah, jendral TNI penanggungjawab teritorial Bali, NTB dan NTT ini siap bersama jajarannya tidur di area pertanian, mengawal saat proses panen sampai dengan proses serapan oleh Bulog.

“Saya punya 16.000 personel di tiga provinsi ini. Supaya apa? Supaya target ini tercapai. Supaya bangsa Indonesia disegani negara lain, stabilitas keamanan terjamin. Maka dari itu, pangan kita pun harus terjamin,” tegas Pangdam.

Atas alasan ketahanan pangan itulah, menjadi dalil Pemerintah pusat melalui Panglima tertinggi TNI yakni Presiden RI Joko Widodo memerintahkan Kementerian Pertanian bekerjasama dengan TNI untuk mendukung swasembada pangan nasional. Sementara Pangdam, memulai di wilayah hukumnya di tiga provinsi ini.

Baginya tidak ada alasan target serapan gabah tak tercapai, jika melihat potensi pertanian yang luar biasa khususnya di NTB. Hanya masalahnya, jika ada masyarakat khususnya petani yang tidak mendukung, bisa jadi salah satu faktor gagalnya target tersebut.

Sementara versi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH),  saat ini posisi serapan gabah petani oleh Bulog hanya mencapai 40 persen lebih, dari target 184.000 ton. Target makin diragukan karena Musim Kering (MK) II sudah mulai masuk. Namun diharapkan serapan itu bisa maksimal saat panen raya Mei – Juni mendatang.

“Potensi pertanian ini menjanjikan, sebab predikat pangan nasional, diantara tujuh, NTB salah satunya,” lanjut Pangdam.

Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, SH, M.Si. Amin mengungkapkan rasa optimismenya target itu akan tercapai.

NTB sampai saat ini, kata Wagub, berada dalam posisi lima untuk serapan gabah, sehingga ada kemajuan secara nasional. Dimana dari target 184.475 ton 2017, sudah terserap 45.482 ton.  ”Makanya kita berharap dengan Bulog  terus bekerjasama memaksimalkan target ini,” jelas Wagub.  Dengan keberadaan Satgas Sergap terdiri dari Korem 162/WB, Dinas Pertanian, Bulog saat ini, menurutnya jadi alasan target itu akan tercapai, dimana salah satu tugasnya mengawasi pengiriman beras keluar daerah. (ars)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here