Jika Tak Segera Daftar MySAPK BKN, Sanksi Tak Diberikan Gaji dan Naik Pangkat Menanti ASN di Lobar

Syahrudin (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) terancam tidak mendapatkan hak-haknya, seperti pelayanan kepegawaian, kenaikan pangkat dan gaji, jika belum mendaftar pada Sistem  Aplikasi Pelayanan Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (MySAPK BKN). ASN ini bakal berstatus bodong jika tidak mengisi atau login ke dalam aplikasi ini sampai deadline waktu yang ditetapkan BKN yakni akhir bulan Oktober 2021 ini.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM (BKD dan PSDM) Lobar Syahrudin mengatakan terkait login dan pengisian sistem MySAPK ini, pihaknya sudah berkali-kali mengingatkan kepada jajaran ASN, baik itu melalui grup WhatsApp maupun bersurat langsung ke OPD. “Kita sudah sering kali mengingatkan agar segera mengisi MySAPK itu, kami sampaikan dampak kalau tidak mengisi. Dia (ASN) tidak akan terakomodir, semua akan susah. Tidak bisa mendapatkan pelayanan kepegawaian, gaji dan naik pangkat, ” tegasnya, Selasa, 12 Oktober 2021.

Iklan

Pihaknya sudah melakukan identifikasi jajaran ASN yang belum sama sekali login ke sistem tersebut. Selanjutnya ia akan mengingatkan mereka kembali. Bahkan ia akan bersurat ke masing-masing OPD yang banyak ASN nya belum mengisi aplikasi ini. “Kami akan bersurat lagi ke masing-masing OPD, supaya kepala OPD juga tahu,” ujarnya.

Langkah ini dilakukan selain mengingatkan mereka, juga supaya jangan sampai ia disalahkan nantinya ketika pengusulan dilakukan ke pusat, justru mereka belum masuk aplikasi.  Jika semua upaya ini sudah dilakukan, namun masih ada yang tidak mengisi. Maka kata dia, tinggal ia kembalikan ke masing-masing ASN. Tentunya kalau tidak mengisi harus siap menanggung risiko. “Kita kembalikan ke masing-masing mereka. Yang penting kita sudah melakukan semua upaya, mengingatkan mereka. Kalau toh nanti mereka jadi ASN bodong, biarkan saja,” tegas dia.

Untuk diketahui, jumlah ASN di Lobar 6.119 orang, PPPK 125 orang, kemudian CPNS 201 orang, sehingga totalnya mencapai 6.525 orang. Lebih dirinci lagi dari jumlah ASN 6.119 orang itu, terdapat 5.863 orang sudah login dan aktivasi pada SPAK sedangkan 336 orang belum login ke sistem. Jumlah yang sudah Pemuktahiran Data Mandiri (PDM) sebanyak 5.426 orang dan 773 orang belum selesai PDM. Kemudian dari jumlah PPPK 125 orang baru login ke SPAK sebanyak 114 orang,  sisanya 11 orang belum. Yang sudah selesai PDM 1 orang dan 124 orang belum selesai PDM.

Sedangkan untuk CPNS dari jumlah 201 orang yang sudah login 188 orang dan 13 orang belum. Yang sudah selesai PDM Sebanyak 159 orang, dan 42 orang belum selesai PDM. Sehingga dari total 6.525 orang baik ASN, PPPK, maupun CPNS yang sudah login sebanyak 6.163 orang atau 94,48 persen. Sedangkan 360 orang atau 5,52 persen belum login. Dan yang sudah PDM sebanyak 5.586 orang atau 85,61 persen dan 939 orang atau 14,39 persen yang belum. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional