Jika ITDC Sampaikan LKPM, Realisasi Investasi di NTB Diperkirakan Meledak

Pembangunan Pullman Hotel & Resort dibangun untuk menambah fasilitas pariwisata dan amenitas di dalam kawasan Mandalika.

Mataram (Suara NTB) – Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB memperkirakan realisasi investasi di daerah ini akan meledak jika PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Realisasi investasi di NTB pada semester I 2021 telah mencapai Rp5,9 triliun tanpa memasukkan realisasi investasi di KEK Mandalika.

‘’Sekarang sampai semester I realisasinya Rp5,9 triliun,’’ sebut Kepala DPMPTSP NTB, Ir. Mohammad Rum, M.T., dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 2 September 2021.

Iklan

Rum menjelaskan, realisasi investasi di NTB sebagian besar di sektor pertambangan dan energi. Kemudian sektor pariwisata. Tahun ini, Pemprov menargetkan realisasi investasi sebesar Rp13 triliun.

‘’ITDC belum melaporkan sama sekali. Nanti kalau ITDC menyampaikan LKPM bosa meledak realisasi investasi,’’ ucapnya.

Di masa pandemi Covid-19, pembangunan di KEK Mandalika tetap berjalan. Seperti pembangunan Sirkuit Mandalika, pembangunan Hotel Pullman, pembangunan jalan kawasan Mandalika, dan pembangunan infrastruktur pendukung KEK Mandalika.

Seperti perluasan apron dan perpanjangan landasan pacu Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Pada 2020, Pemprov NTB mencatat realisasi investasi  sebesar Rp11,6 triliun dari target RPJMD sebesar Rp11,5 triliun. Meskipun target realisasi investasi melampaui target, namun sebarannya belum merata di kabupaten/kota.

DPMPTSP mencatat ada tiga daerah yang realisasi investasinya terendah di NTB. Yaitu, Kota Bima, Bima dan Kabupaten Lombok Utara (KLU). Realisasi terendah pada periode Januari – Desember 2020 dimiliki oleh Kota Bima sebesar Rp17,454 miliar, Bima sebesar Rp105,097 miliar dan Lombok Utara sebesar Rp218,075 miliar.

Sedangkan realisasi investasi tertinggi tahun 2020 di NTB, berada di Kabupaten Sumbawa Barat mencapai Rp3,077 triliun. Kemudian posisi kedua Lombok Timur dengan realisasi investasi sebesar Rp2,634 triliun dan ketiga Dompu sebesar Rp2,091 triliun.

Sementara posisi keempat adalah Lombok Barat sebesar Rp1,915 triliun, kelima Kota Mataram sebesar Rp668,162 miliar, keenam Lombok Tengah sebesar Rp569,487 miliar dan ketujuh adalah Sumbawa sebesar Rp 303,451 miliar.

Dari realisasi investasi sebesar Rp11,6 triliun, kata Rum, sebesar Rp7,117 triliun merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Sedangkan Rp4,483 triliun merupakan Penanaman Modal Asing (PMA).

Pada tahun 2020, kontribusi PMDN meningkat 4 persen dibandingkan tahun 2019, sedangkan PMA menurun 4 persen. Jumlah negara yang berinvestasi di NTB tercatat 43 negara sepanjang 2020. Realisasi PMA didominasi negara gabungan, Australia, Inggris, Perancis, Jepang, Italia, Rusia, Swedia, Singapura dan Korea Selatan. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional