Jenazah Yaman dan Amir Terduga Teroris Disambut Takbir Ratusan Warga

Kota Bima (Suara NTB) – Jenazah dua terduga teroris yang tewas tertembak oleh aparat Densus di pengunungan Desa Mawu Kecamatan Ambalawi yakni, Yaman dan Amir, disambut takbir oleh ratusan warga saat tiba di Kelurahan Penato’i Kecamatan Mpunda, Rabu, 1 November 2017, malam.

Kedua jenazah tersebut tiba sekitar pukul 20.10 wita dengan menggunakan mobil ambulans. Pada saat diturunkan dari mobil iringan takbir dari para keluarga dan ratusan warga terus menggema.

Iklan

Tanpa menunggu lama, jenazah keduanya langsung dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Penatoi Kecamatan Mpunda. Namun sebelumnya terlebih dahulu disalatkan di Masjid Istiqomah yang diantar oleh ratusan warga.

Lurah Penatoi Kecamatan Mpunda, H. Malik SE mengaku, dua korban tersebut langsung dimakamkan pada malam itu juga, karena pihak keluarga menginginkan agar jenazah tidak disimpan lama-lama. “Sesuai dengan permintaan keluarga dan kesepakatan warga, keduanya langsung di makamkan,” ujarnya.

Sebelum tewas akibat terlibat adu kontak senjata dengan petugas Densus. Malik mengakui, baik Amir dan Yaman, selama ini tidak diketahui keberadaannya lantaran telah lama menghilang dari kampung. “Amir sudah empat tahun menghilang. Sementara Yaman menghilang sekitar dua bulan,” kata Malik kepada Suara NTB Selasa, 31 Oktober 2017.

Menurutnya, dua korban yang ditembak salahsatunya Yaman sebelum menghilang keseharian menjual tahu. Ia dikenal memiliki jiwa dan kepekaan sosial dikampung serta bergaul dengan warga lain seperti biasa.  “Sementara Amir, kita tidak diketahui aktivitasnya sehari-hari. karena sudah empat tahun menghilang,” pungkasnya. (uki)