Jenazah PMI Asal Sebeok Dipulangkan dari Brunei

Ilustrasi Meninggal Dunia (Suara NTB/flickr)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Setelah proses koordinasi yang dilakukan berbagai pihak, akhirnya jenazah Sajariah (38), Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diduga dibunuh majikannya di Brunei Darusalam dipulangkan ke tanah air. Jenazah almarhumah diperkirakan tiba di kampung halamannya di Desa Sebeok, Kecamatan Orong Telu, Sumbawa, pada Senin, 26 Oktober 2020.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Muhammad Ikhsan Safitri membenarkan perihal pemulangan jenazah Sajariah. “Kemarin sudah dari Brunei ke Jakarta. Jam 11 tadi dari Jakarta ke BIL. Diperkirakan hari ini jam 3 dari BIL dibawa oleh ambulan BP2MI untuk dibawa ke Sumbawa menuju Sebeok. Insya Allah kami akan mendampingi juga kepulangan jenazah ini bersama rombongan dari Kementerian Luar Negeri 2 orang, BP2MI Mataram untuk kita serahkan kepada keluarganya. Mungkin sekitar jam 12 malam sudah sampai di Sebeok,” ujarnya kepada wartawan, Senin, 26 Oktober 2020.

Iklan

Dijelaskannya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga terkait hak-hak almarhumah. Sementara ini gaji dan barang-barang yang masih dimiliki almarhumah di Brunei belum bisa dikembalikan pihak kedutaan besar. Karena saat ini rumah pengguna jasa masih disegel oleh Polis Diraja Brunei. Meskipun demikian, tetap akan diupayakan. “Justru karena kasusnya sedang berjalan sehingga barang milik almarhumah belum bisa diambil di rumah majikannya.  Karena sudah disegel oleh kepolisian,” terangnya.

Sedangkan terkait santunan dan lainnya sedang diupayakan. Dari koordinasi yang dilakukan dengan BPJS Ketenegakerjaan Sumbawa, almarhumah membayar klaim melalui BPJS Ketenagakerjaan Bekasi. “Jadi sudah terdaftar. Insya Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama haknya berupa santunan  asuransinya bisa dicairkan,” bebernya.

Adapun perihal kasus pembunuhan almarhumah, diakuinya prosesnya sedang berjalan. Kedutaan besar sudah menunjuk pengacara untuk mengadvokasi persoalan itu. Pihak kedutaan juga tetap akan menyampaikan perkembangan penanganan kasus. “Kita harapkan melalui koordinasi dengan BP2MI yang ada di Jakarta dan kedutaan besar kita di Brunei, perkembangan kasus tetap akan disampaikan progresnya. Terduga pelaku sudah ditahan, sudah ditetapkan sebagai tersangka. Untuk motif dan kronologi belum tahu. Karena saat kejadian hanya ada majikan perempuan. Yang menjadi kesyukuran kita jenazah bisa dipulangkan,” pungkasnya. (ind)