Jembatan Putus Belum Diperbaiki, Warga KSB Menyeberang Gunakan Rakit

BELUM DILANJUTKAN - Kondisi jembatan Desa Sapugara Bree yang hingga kini belum dilanjutkan pembangunannya sejak tahun 2016 lalu. (Suara NTB/bug)

Taliwang (Suara NTB) – Warga Desa Sapugara Bree, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berharap pembangunan jembatan di Dusun Bree dapat kembali dilanjutkan. Bagi warga sekitar, jembatan tersebut sangat dibutuhkan untuk menghubungkan seluruh wilayah desa.

 

Iklan

“Soal jembatan itu warga kami sangat menaruh harapan besar agar bisa diselesaikan sehingga keberadaannya dapat dimanfaatkan untuk akses ke seluruh wilayah desa,” terang Kepala Desa Sapugara Bree, Andi Subandi, S.Pd kepada wartawan, Kamis,  6 Desember 2018.

 

Ia menjelaskan, saat awal dibangun pada tahun 2016 lalu warga sudah sangat antusias. Sebab dengan kehadiran jembatan yang melintas tepat di atas sungai Brang Rea itu akan menjadi akses warga menuju Lang Pisak. Lang Pisak sendiri merupakan lokasi keberadaan sebagian besar area persawahan warga desa Sapugara Bree. “Ratusan hektar lahan sawah warga kami ada di seberang sungai (Lang Pisak),” paparnya.

 

Hingga kini untuk menuju Lang Pisak warga Sapugara Bree harus mengambil jalan memutar ke desa sebelah. Dan jika air sungai sedang surut, maka warga bisa melewati sungai dengan cara menyebrang menggunakan sampan atau rakit. “Kalau seperti sekarang air sungai mulai tinggi karena hujan, jalan satu-satunya ya lewat desa sebelah,” urai Andi.

 

Ia mengakui, untuk mengakomodir harapan warganya tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman (PUPRPP). Informasi yang diperoleh pihaknya, Dinas PUPRPP telah menganggarkan kelanjutan pembangunan jembatan tersebut melalui APBD tahun 2019 mendatang.

 

“Alhamdulillah sudah kejelasan anggarannya. Jadi harapan kami sekarang segera dieksekusi kegiatannya di awal tahun depan,” harapnya.

 

Selanjutnya ia menyampaikan, jika jembatan di wilayah desanya itu selesai, kehadiannya tidak saja menjadi berkah warganya. Sebab jembatan itu juga akan membuka akses baru terhubungngnya kecamatan Brang Rea dengan kecamatan Taliwang melalui desa Seloto. “Jalannya ini kan tembus ke desa Seloto. Artinya kalau jembatannya selesai maka ada akses alternatif lain menghubungkan dua kecamatan,” urainya.

 

Untuk diketahui, jembatan di desa Sapugara Bree pembangunannya bersamaan dengan proyek jembatan Lang Sabunga di desa Tepas. Jembatan tersebut juga pada awal pembangunannya di tahun 2016 silam turut terdampak banjir yang melanda kecamatan Brang Rea kala itu. (bug)