Jembatan Kayu Menuju Wisata Cemara Harus Segera Ditangani

0
Jembatan kayu menuju lokasi wisata Cemara Lembar ini menjadi akses utama bagi warga dan pengunjung. Setiap hari jembatan ini selalu ramai dilewati pengunjung dan warga sekitar. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemerintah daerah di desak menangani jembatan menuju Kawasan wisata Cemara Desa Lembar Selatan Kecamatan Lembar. Apalagi, event World Superbike (WSBK) di Lombok Tengah sebentar lagi digelar, sementara daerah ini paling dekat dengan Pelabuhan Lembar, pintu masuk para tamu WSBK maupun MotoGP nantinya.

Menurut anggota DPRD Lobar Dapil Sekotong-Lembar Baiq Nurjani, keberadaan jembatan ini sangat vital. Jembatan Cemara bukan hanya diperuntukkan untuk akses penikmat dan pelaku pariwisata saja akan tetapi juga sebagai akses aktivitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya yang lain. Terlebih lebih lagi, adanya event bertaraf internasional WSBK, karena Lembar dan Sekotong adalah salah satu pintu masuk jalaur darat untuk para pengunjung.

IKLAN

“Kita berharap pemerintah daerah mempercepat pembangunan sarana dan prasarana khususnya di Lembar dan Sekotong,” tegas politisi PDIP ini, Minggu, 24 Oktober 2021.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Lobar I Made Arthadana mengatakan untuk penanganan jembatan ini, dibutuhkan anggaran Rp14 miliar lebih. Menurutnya, perencanaan kawasan Cemara sebagai objek wisata pendukung terdekat ibukota Gerung itu sudah ada masterplannya. Seperti rencana pembangunan jalan dan juga penataannya sudah relatif selesai.

“Tapi konsep untuk perencanaannya masih harus mencari sumber-sumber pembiayaan salah satunya dengan hadirnya tawaran aspirasi dari DPR RI seperti ini,” ujarnya. Karena itu sinergi antara Pemda, DPR RI dan pusat akan sangat diperlukan.

Menurutnya, estimasi untuk penataan  pembangunan kawasan Cemara ini diperkirakan memakan anggaran Rp22 miliar. Sedangkan total untuk jembatannya saja Rp14 miliar. Namun untuk pengembangan pantainya belum bisa optimal, karena pengembangan pantai yang lebih spesifik nantinya. Dari segi struktur dan lainnya memang butuh perencanaan khusus. Paling tidak kebutuhan menurut kerangka anggaran yang dengan konsep Rp22 miliar. (her)